Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Lebong, Bengkulu, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan longsor.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong, Saprul, mengatakan cuaca ekstrem yang berpotensi memicu banjir dan longsor diprediksi masih berlanjut hingga akhir Desember 2025. “Pemkab telah mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah,” ujarnya, Jumat (5/12).
Berdasarkan prakiraan BMKG, intensitas curah hujan diperkirakan tetap tinggi hingga penghujung tahun. Untuk itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama mereka yang tinggal atau bekerja di dekat sungai maupun jalur lintas rawan longsor.
Data BPBD mencatat sejumlah kawasan bantaran Sungai Ketahun berada dalam kategori rawan banjir, yakni Kecamatan Amen, Uram Jaya, Pinang Belapis, dan Lebong Utara.
“Kawasan Kabupaten Lebong merupakan wilayah perbukitan dan lereng sehingga rawan terjadi longsor,” tambah Saprul.
Adapun jalur yang dinilai rawan longsor meliputi jalan lintas utama Rejang Lebong, kawasan Bukit Resam di jalur Lebong-Bengkulu Utara, serta jalan lintas Kecamatan Lebong Utara menuju Pinang Belapis.
BPBD Lebong memastikan telah menyiagakan personel dan peralatan penanganan bencana, serta terus memantau kondisi lapangan untuk langkah antisipatif. (MY/P-2)
Selain itu lanjut dia, segera menghubungi layanan panggilan darurat 112 agar petugas yang bersiaga dapat menindaklanjuti laporan yang disampaikan oleh masyarakat Kota Bengkulu.
Alokasi anggaran sebesar Rp200 juta untuk mendukung berbagai program kebersihan, meskipun saat ini teknis pelaksanaan masih akan dibahas lebih lanjut.
Harga komoditas cabai merah keriting di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, masih bertahan Rp35 ribu per kilogram sejak sepekan terakhir setelah pasokan mulai normal.
RUMAH warga yang berada di empat kecamatan di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, terendam banjir selama dua hari terakhir.
Berdasarkan pemantauan BMKG, Bibit Siklon Tropis 93S memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 55 knot atau sekitar 74 kilometer per jam
Pada periode penyaluran 2025, lanjut dia, jumlah penerima bantuan pangan mengalami penurunan sebesar 1,3 persen.
mitigasi bencana tidak dapat hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh perubahan perilaku serta penguatan kesiapan mental masyarakat
Pemerintah juga akan menambah jumlah penyapu jalan dan memperkuat program kebersihan lainnya.
Pengecekan bertujuan memastikan kesiapan personel serta kelengkapan sarana dan prasarana pendukung pelayanan bagi masyarakat.
Reputasi institusi kepolisian kerap meningkat pada momen tertentu, namun bisa menurun drastis ketika muncul kasus yang menyentuh rasa keadilan publik.
Pemerintah perlu memetakan kembali daerah yang membutuhkan dan pendanaan agar lebih tepat sasaran atau wilayah-wilayah menjadi kantong kurang gizi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved