Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Bengkulu, mendapatkan sebanyak 1.172 unit Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada 2026. Pemprov Bengkulu, mendapatkan sebanyak 1.172 unit Program BSPS yang menjadi bagian dari Program Tiga Juta Rumah pemerintah pusat pada 2026.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim) Provinsi Bengkulu, Irsan Setiawan di Bengkulu, mengatakan, Pemprov mendapatkan kuota sebanyak 1.172 unit rumah untuk penerima manfaat.
"Jika dibandingkan pada 2025 lalu, Bengkulu, hanya menerima kuota sebanyak 121 unit rumah," katanya.
Pada 2026, lanjut dia, jumlah ini hampir 10 kali lipat jika dibandingkan dengan tahun lalu.
Penetapan sebanyak 1.172 unit tersebut, belum termasuk Kabupaten Bengkulu Selatan dan Bengkulu Tengah, yang masih dalam tahap penetapan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (KemenPKP). Jika kedua daerah tersebut masuk pada tahap berikutnya, total kuota untuk Bengkulu berpotensi meningkat menjadi lebih dari 1.300 unit.
"KemenPKP, menyampaikan komitmen minimal satu kabupaten mendapat 100 unit maka bertambah sebanyak 200 unit lagi atau lebih," imbuhnya.
Penetapan 1.172 unit tersebut, kata dia, berasal dari usulan sekitar 23 ribu data calon penerima yang disampaikan dan bersumber dari Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 hingga desil 4.
Saat ini, proses telah memasuki tahap verifikasi lapangan oleh Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL). Verifikasi lapangan sudah mulai berjalan sejak awal pekan ini untuk memastikan kondisi rumah dan kelayakan penerima. Pelaksanaan pembangunan rumah BSPS tahap pertama ditargetkan mulai pada Maret mendatang.
Program ini tidak berjalan satu tahun penuh, melainkan dibagi dalam beberapa tahap dan seluruhnya dilaksanakan dalam tahun anggaran 2026. Untuk besaran bantuan, Irsan memastikan tidak mengalami perubahan dan setiap unit rumah menerima bantuan senilai Rp20 juta yang disalurkan melalui bank Himbara.
Dengan rinciannya, Rp17,5 juta untuk bahan bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tukang. Bantuan ini bersifat stimulan, sehingga penerima diharapkan berpartisipasi secara swadaya dan gotong royong untuk menyelesaikan pembangunan rumah. (MY/E-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved