Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
JAKSA Penuntut Umum (JPU) resmi mengajukan banding atas vonis penjara seumur hidup Teddy Minahasa. Guru Besar Ilmu Hukum Pidana UNAIR Nur Basuki menilai upaya banding JPU tersebut merupakan langkah hukum JPU untuk memberikan hukuman mati kepada Teddy Minahasa.
Nur menilai, upaya banding JPU terhadap vonis penjara seumur hidup Teddy Minahasa merupakan upaya yang dipaksakan. Karena upaya banding jaksa secara objektif dapat diakui tidak sesuai fakta persidangan. Banyak celah yang ditujukan fakta persidangan bahwa belum tentu Teddy Minahasa bersalah dalam kasus narkoba yang didakwakan.
"Dalam menentukan putusan (hakim) harus berdasarkan fakta-fakta yang ada di dalam persidangan," jelas Nur dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Rabu 17 Mei 2023.
Baca juga : Kuasa Hukum Teddy Minahasa Pertanyakan Motif Banding Jaksa
Dalam keterangannya, Nur juga menyoroti putusan vonis seumur hidup terhadap Teddy Minahasa yang dinilai janggal karena hanya menyadur replik dari penuntut umum. Padahal seharusnya hakim perlu menjawab dan miliki alasan kuatnya sendiri dalam menjatuhkan putusan tersebut.
"Analisa saya bahwa hakim dalam menjatuhkan putusan di tingkat Pengadilan Negeri Jakarta Barat ini kan fakta-fakta yang copy paste dengan tuntutan maupun repliknya jaksa," tuturnya.
Baca juga : Ajukan Banding, Kuasa Hukum Teddy Minahasa Yakin Hakim Akan Lebih Objektif
Atas vonis tersebut, pihak Teddy Minahasa telah resmi ajukan banding atas vonis penjara seumur hidup, menurut Nur hal tersebut adalah langkah yang tepat. Menurutnya di sidang banding nanti hakim harus lebih cermat melihat fakta-fakta persidangan yang kembali diungkapkan pihak Teddy Minahasa.
"Makanya saya berpendapat mestinya nanti di dalam persidangan di pengadilan tinggi-pengadilan banding, fakta-fakta itu harus diungkapkan kembali sehingga hakim perlu memeriksa fakta-fakta itu kembali," ucapnya.
Peran hakim di sidang banding nanti sangat penting agar kebenaran bisa betul-betul terungkap dan terafirmasi. Hakim harus jeli dan bisa terang benderang ungkap kebenaran dugaan penukaran barang bukti sabu dengan tawas. Dengan begitu asal usul sabu yang menjadi pokok masalah dalam kasus ini dapat terbuka dengan terang.
"Kalau hakimnya hanya memeriksa pada berkas perkara, ya tidak melihat lobang-lobangnya itu. artinya tidak akan terjawab juga asal usul sabu itu dari mana. Itu yang penting. dari dokumen yang ada itu kan masih ada pertentangan, masih ada penukaran sabu, dari sisi terdakwa masih mengatakan tidak ada penukaran sabu, sebenarnya yang mana, apa mau dibiarkan begitu," ujarnya.
Menurut Nur dengan pengkajian fakta persidangan dengan cermat dapat membantu mengungkap kebenaran dalam perkara kasus narkoba Teddy Minahasa. Sebab putusan hakim hakim harus sah dan meyakinkan sesuai dengan kebenaran seperti terungkap dalam persidangan.
"Kalau masih tidak membuka kembali perkara itu, artinya tidak ada niat dari hakim untuk membuka kasus dengan terbuka. Artinya masih meragukan. Kan hakim dalam proses perkara harus yakin, kalau dari fakta yang ada masih meragukan, artinya dia harus melakukan suatu upaya agar tidak ragu, sehingga dia yakin," tegas Nur. (Z-8)
Simak profil AKBP Didik Putra Kuncoro, mantan Kapolres Bima yang dipecat tidak hormat (PTDH) karena kasus narkoba Rp2,8 miliar dan terancam hukuman mati.
Bareskrim bongkar jaringan narkoba Polres Bima Kota. AKBP Didik Putra Kuncoro diduga terima setoran Rp2,8 Miliar & simpan sabu di Tangerang. Cek kronologinya!
Dalam banyak kasus serupa, perempuan atau istri sering kali berada pada posisi yang sulit untuk menolak pengaruh pasangan.
Petugas menemukan satu pucuk pistol berwarna perak yang setelah diperiksa merupakan jenis airsoft gun.
POLRI akan menggelar tes urine secara serentak terhadap seluruh jajaran anggota menyusul kasus narkoba yang menjerat Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro.
BNN RI menyarankan larangan penggunaan rokok elektrik (vape) di Indonesia karena 23,97% sampel liquid mengandung narkotika, berpotensi disalahgunakan untuk konsumsi narkoba.
Petugas menemukan satu pucuk pistol berwarna perak yang setelah diperiksa merupakan jenis airsoft gun.
POLISI menggagalkan upaya pengiriman narkotika jenis sabu seberat delapan kilogram yang dikirim dari Sumatra Utara (Sumut) menggunakan bus angkutan umum dengan modus sebagai oleh-oleh.
Petugas Bea Cukai bersama Bareskrim Polri berhasil mengungkap laboratorium pembuatan sabu di kawasan Sunter, Jakarta Utara.
Direktorat Interdiksi Narkotika Bea Cukai bersama Kanwil Bea Cukai Aceh, Bea Cukai Langsa, dan BNN menggagalkan penyelundupan narkotika dalam jumlah besar di Aceh Timur.
Kasus ini bermula dari penangkapan FG pada 26 November 2025. Dari dompetnya, polisi menemukan sabu seberat 0,43 gram yang tersimpan dalam kertas aluminium foil dan plastik klip.
Proses diplomasi dan pemenuhan legalitas pemindahan tersangka difasilitasi oleh Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, bersama seluruh jajaran KBRI Phnom Penh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved