Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KOTA Depok Jawa Barat dilanda bencana tanah longor dan banjir Sabtu (16/7). Selain jalan terputus akibat timbunan material. Turap kali dan saluran drainase jalan juga rusak.
Kepala Seksi Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR) Kota Depok Dodi Sadikin, mengatakan dalam semalam ini terjadi 8 titik longsor.
Dua dari 8 titik longsor terjadi di RT 001 RW 13 Kelurahan Gandul, Kecamatan Cinere dan Perumahan Griya Melati Mas Blok L3 RT 002 RW 08 Kelurahan Jatimulia, Kecamatan Cilodong.
Longsor terjadi akibat struktur tanah yang labil ditambah guyuran hujan deras sejak Jumat kemarin.
" Hujan deras yang mengguyur Kota Depok, membuat tebing jalan, turap kali, saluran drainase longsor di 8 titik dini hari tadi. Beruntung, bencana itu tidak menimbulkan korban jiwa. Artinya, tidak ada korban luka dan meninggal, " katanya Sabtu (16/7).
Menurutnya saat ini tim gabungan dari Dinas PUPR, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok diterjunkan ke lokasi untuk melakukan upaya pembersihan.
Baca juga: Banjir Mulai Surut, BNPB Imbau Warga Jabodetabek Tetap Waspada
"Untuk saluran drainase dan turap kali lagi dipasangi karung tanah supaya air tidak meluap ke badan jalan dan tebing jalan dilakukan pembersihan," ucapnya.
Dodi menyebutkan satu unit alat berat telah tiba di lokasi bencana tebing longsor untuk mempercepat penanganan.
"Pembersihan butuh proses, karena memang ada beberapa lokasi longsor. Kalau untuk pohon tumbang, tadi sudah kami lalukan pembersihan, tinggal material tanah bercampur batu dan tunggak pohon," jelasnya.
Menurutnya, dari proses pembersihan material pepohonan yang tumbang, saat ini akses jalan bisa dilalui oleh kendaraan roda dua. Meski demikian harus ekstra hati-hati, karena kondisinya licin dan sempit.
Selain penanganan bencana longsor, tim gabungan juga saat ini bergotong royong membersihkan lumpur banjir di rumah-rumah warga.
" Kita membantu membersihkan lumpur dan menyelamatkan barang-barang berharga, " ucapnya.
Kepala Bidang Operasional DPKP Kota Depok Welman Naipos-pos, mengatakan, bencana tanah longsor terjadi akibat guyuran hujan deras sejak Jumat malam hingga Sabtu (16/7) siang hari. " Beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada korban luka dan meninggal," kata Welman. (OL-4)
Jarak struktur bangunan yang tidak terlalu menempel pada lereng menjadi faktor kunci minimnya dampak fatal.
Pemerintah Kota Depok turut mengeluarkan peringatan dini bagi warga, terutama bagi mereka yang bermukim di daerah dengan topografi perbukitan atau dekat aliran sungai.
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Jalan rusak sering kali menjadi penyebab kecelakaan fatal bagi pengendara motor, terutama saat musim hujan.
Polres Metro Depok pada 2018 telah melakukan penyelidikan mendalam dan memeriksa sejumlah pejabat teras Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.
Rotasi, baik secara vertikal maupun horizontal, merupakan bagian dari evaluasi organisasi yang dilakukan secara profesional.
Hingga Jumat (23/1) dini hari pukul 02.00 WIB, kawasan Pengasinan, Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, dilaporkan masih terendam banjir.
BMKG bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta serta TNI Angkatan Udara menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jakarta dan sekitarnya
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru, wilayah Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas tinggi.
Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Lestari Purba di Medan, Selasa, mengatakan, secara umum cuaca di Sumatera Utara
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Di tengah kondisi cuaca ekstrem saat ini, modifikasi cuaca bukan lagi sekadar opsi tambahan, melainkan prioritas utama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved