Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa beberapa daerah yang terendam banjir, kini sudah mulai surut. Meski demikian, masyarakat khususnya di wilayah Jabodetabek diminta tetap waspada.
"Pemutakhiran laporan yang diterima BNPB hingga siang ini, banjir di beberapa tempat sudah mulai surut. Akan tetapi mengacu kepada prakiraan cuaca yang disampaikan BMKG, kita masih harus waspada hingga 3 hari ke depan untuk kemungkinan banjir susulan," ujar Kepala BNPB Jenderal TNI Suharyanto kepada Media Indonesia, Sabtu (16/7)
Disampaikannya, sejak Sabtu dini hari tadi, beberapa tempat khususnya Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi. Kabupaten Bogor bahkan mencatat intensitas hujan dalam 1 malam hingga 155mm/hari.
Hal ini berdampak pada kejadian banjir dan tanah longsor di Bogor sejak Jumat sore kemarin (15/7), di 8 kecamatan dan berdampak pada 3.123 KK/12.425 jiwa. Intensitas hujan yang sangat tinggi di hulu ini kemudian berdampak di daerah hilir yakni Depok, Tangerang, Bekasi dan DKI Jakarta.
"BNPB menerima laporan bahwa tidak kurang dari 8 kecamatan di Jakarta Selatan, 4 kecamatan di Jakarta Barat, 2 kecamatan di Jakarta Timur dengan total tidak kurang dari 111 KK terdampak. Di Depok, ada 2 kecamatan terdampak banjir dengan 57 KK terdampak, dan Tangerang Selatan 4 kecamatan dengan 843 KK terdampak," terangnya.
Baca juga: Ada 30 Rumah di Sawangan Baru Kota Depok Terjebak Banjir 2 Meter
Suharyanto mengatakan bahwa hingga siang ini, BNPB fokus untuk terus memperkuat koordinasi dengan BPBD dan OPD terkait termasuk dengan Basarnas untuk merespon permintaan-permintaan evakuasi dari masyarakat di daerah terdampak. Kemudian BNPB juga mensiagakan dukungan logistik dan peralatan yang mungkin diperlukan jika nanti ada pengungsian dan kebutuhan darurat di lapangan.
Pengaduan, laporan dan permintaan bantuan bisa dilaporkan ke Pusdalops BNPB melalui call center 117 yang akan langsung ditindaklanjuti kepada personil dan OPD di lapangan.
"Saya menghimbau agar masyarakat di Jabodetabek tetap waspada, jika terjadi hujan dengan durasi lebih dari 1 jam dan intensitas tinggi, diharapkan masyarakat yang berada di sekitar daerah aliran sungai dan di sekitar lereng curam (khusus untuk masyarakat di Kab Bogor) agar berinisiatif untuk evakuasi sementara ke lokasi yang lebih aman," tandasnya.(OL-4)
BMKG menggelar Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah Jabodetabek mulai 16 hingga 22 Januari 2026 mitigasi menekan potensi bencana hidrometeorologi akibat tingginya curah hujan
BMKG bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta serta TNI Angkatan Udara menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jakarta dan sekitarnya
BPBD menyebut banjir masih merendam 37 rukun tetangga (RT) dan 12 ruas jalan, Minggu (18/1) pukul 20.00 WIB di Jakarta.
BANJIR melanda sejumlah titik di Jakarta. BPBD Provinsi DKI Jakarta mengatakan, Minggu, (18/1) hingga pukul 20.00 WIB sebanyak 19 RT di Jakarta Barat terendam banjir, bantuan juga diberikan
Kondisi ini dipicu oleh aktivitas Bibit Siklon Tropis 91W dan penguatan Monsun Asia yang meningkatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang di jalur Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
Warga juga diharapkan untuk tetap memantau kanal informasi resmi dan menghindari berteduh di bawah pohon besar atau baliho saat hujan disertai angin kencang terjadi.
BNPB mencatat 140 kejadian bencana alam di Indonesia pada awal tahun 2026 yang didominasi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
Kepala BNPB memastikan setiap kepala keluarga yang kehilangan rumah akan memperoleh satu unit hunian, meski sebelumnya tinggal bersama dalam satu rumah.
Hingga Senin (19/1), banjir masih merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang dengan Tinggi Muka Air (TMA) bervariasi antara 10 hingga 200 sentimeter.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
BANJIR dan tanah longsor yang terjadi di Desa Tempur, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, telah memutus akses jalan masyatakat dan merusak rumah warga.
Bahkan banjir merendam sejumlah daerah tersebut, juga mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur seperti tanggul jebol, jalan l, jembatan hingga sejumlah perkantoran dan sekolah rusak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved