Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta beberapa waktu lalu meresmikan 22 nama jalan baru dengan nama tokoh Betawi di beberapa jalan Ibukota Jakarta.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan hal tersebut sesuai dengan aturan yakni melalui keputusan melalui Peraturan Gubernur dan tidak memerlukan peraturan daerah.
"Dan setelah diputuskan dengan pertimbangan disampaikan kepada temen temen-temen di DPRD DKI Jakarta," ujarnya di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (15/7).
Ia pun menilai, perbedaan pendapat antara eksekutif dan legislatif sering terjadi, namun untuk Pansus ia berharap hal tersbeut bisa didiskusikan terlebih dahulu.
"Harapan kami tentunya dari Pemprov bisa dibahas dan diskusikan bersama tidak Perlu sampe Pansus," ujar Kader partai Gerindra tersebut.
Ia juga menjelaskan, pihaknya telah bergantungg jawab untuk mempermudah akses aduan perubahan identitas bagi masyarakat yang terdampak.
Baca juga: Penduduk Miskin Jakarta Bertambah 3000 Orang
"Terkait sedikit kerepotan sudah diatasi oleh dukcapil dan kami jemput bola, biaya gratis, dan tidak semua haus diganti, nanti saja habis periode ya perpanjangan ya, atau balik nama nanti akan diselesaikan," paparnya.
Sebelumnya, Komisi A DPRD DKI Jakarta akan berencana membuat Panitia Khusus (Pansus) terkait rencana perubahan nama jalan di DKI Jakarta. Hal tersbeut disampaikan pada rapat Komisi A DPRD DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.
Terpisah, Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Basri Baco memandang pembentukan panitia khusus (pansus) tidak perlu dilakukan. Ia menilai pembentukan pansus terlalu politis.
"Nggak perlulah. Yang penting sih komitmen pemda membantu menyelesaikan semua dampak yang ditimbulkan dari proses perubahan jalan itu. Itu saja kan masalahnya menurut saya. Terlalu politislah kalau urusan begitu saja pakai pansus segala. Banyak yang lebih penting," katanya.
Anggota Komisi E itu memandang masih banyak penyelesaian permasalahan di Jakarta yang perlu diprioritaskan. Salah satunya terkait pembahasan Perda Zonasi yang belum tuntas.
"Kenapa Perda Zonasi yang sudah 8 tahun nggak keluar-keluar. Atau kenapa nggak diakomodasi sama Ketua Dewan. Kenapa ditunda-tunda terus? Itu yang lebih penting. Itu menyangkut banyak masyarakat Jakarta, jutaan orang terdampak dari zonasi itu," ujarnya. (OL-4)
PADA peringatan hari lahir Partai Golongan Karya (Golkar) beberapa waktu lalu, Prabowo Subianto kembali mengemukakan pandangannya tentang sistem pemilihan kepala daerah (pilkada).
Pelibatan Mabes Polri diperlukan untuk menguji transparansi penanganan kasus yang selama ini bergulir di Polda Sulteng.
DOSEN Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM, Dr. Mada Sukmajati menilai, argumen Pilkada melalui DPRD atau Pilkada tidak langsung masih perlu didukung data ilmiah.
WAKIL Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa DPR RI bersama Pemerintah telah sepakat tidak melakukan revisi UU Pilkada
PKS tidak terjebak dalam logika biner antara pilkada langsung atau tidak langsung, melainkan mendorong adanya evaluasi yang berbasis data.
PDI Perjuangan berupaya menekan biaya politik melalui semangat gotong royong dan aturan internal partai.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta selaku pemegang saham mayoritas melakukan perubahan pada susunan Dewan Komisaris Transjakarta
Pemprov DKI Jakarta terapkan WFH dan PJJ akibat cuaca ekstrem Januari 2026. Simak durasi kebijakan dan aturan lengkap dari Gubernur Pramono Anung.
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta mengimbau pekerja swasta dan aparatur sipil negara (ASN) di DKI Jakarta menerapkan work from home atau bekerja dari rumah akibat cuaca ekstrem yang melanda DKI
Dinas Bina Marga sebenarnya sudah mengenal dan mulai menggunakan material beton porus maupun aspal porus yang memiliki kemampuan menyerap air.
Ia mengakui capaian tersebut masih jauh dari ketentuan ideal. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan porsi RTH Jakarta dapat mencapai 30% pada 2045.
Bapenda telah menelusuri faktor penyebab anjloknya penerimaan BPHTB.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved