Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan mengatakan masih memburu 2 tersangka lainnya yang terlibat dalam pengeroyokan Ade Armando pada demo mahasiswa beberapa waktu lalu.
"Yang dua orang itu masih dalam pengejaran ya," ujarnya kepada wartawan, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (22/4).
Hingga kini kepolisian masih belum mendapatkan identitas salah satu dari kedua tersangka yang masih buron. Dalam video yang beredar di sosial media, seseorang menggunakan topi kepadatan memukul Ade Aramando dari belakang.
"Ya (pria bertopi) masih pengejaran," ujar Zulpan.
Baca juga: 16 Tersangka Teroris NII Berniat Lengserkan Jokowi Jelang 2024
Adapun yang saat ini masih menjadi buron yakni Ade Purnama dan seorang pria pakai topi yang hingga kini belum diketahui identitas dan masih dalam penyelidikan polisi.
Sebelumnya, polisi telah menangkap enam pengeroyok Ade Armando, yakni Komarudin, M Bagja, Dhia Ul Haq, Abdul Latip, Markos Iswan, dan Alfikri Hidayatullah.
Selain itu, polisi juga menangkap seorang pria bernama Arief Pardiani yang diduga menjadi provokator. (OL-4)
Penyelidikan mendalam mengungkap bahwa tindakan pengeroyokan tersebut dipicu oleh solidaritas sempit antarsesama anggota.
Pelanggaran ini masuk kategori berat karena adanya unsur kesengajaan dan dampak hukum yang ditimbulkan.
Penanganan kasus premanisme dan penataan UMKM akan dilakukan secara seimbang.
Ketegasan sikap kepolisian dalam kasus ini dapat memberikan efek jera terhadap seluruh anggota agar tidak lagi melakukan kekerasan maupun tindakan main hakim sendiri.
ENAM anggota satuan layanan markas (Yanma) Polri resmi ditetapkan sebagai tersangka pengeroyokan mata elang atau penagih utang di Kalibata. Mereka menjalani sidang etik Rabu depan
Dia menegaskan para pelaku yang diburu itu hanya memakai tangan kosong saat melawan, bukan memakai senjata tajam ataupun pistol.
POLDA Metro Jaya memberlakukan rotasi dan mutasi mulai dari posisi Kapolsek, Kasat Reskrim, serta Kasat Lantas di sejumlah polres
Para tersangka baru mulai menjual hasil rakitannya setelah memastikan senjata tersebut berfungsi dengan peluru tajam.
Modus yang digunakan para pelaku tergolong berani, yakni memanfaatkan platform digital untuk memasarkan barang ilegal tersebut secara terbuka.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kepastian hukum setelah tercapainya kesepakatan antara pihak-pihak yang berperkara.
Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya telah menjadwalkan pemeriksaan Richard Lee untuk mendalami keterangan tambahan.
Kepolisian terus bergerak menelusuri setiap petunjuk terkait keberadaan tersangka AJ.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved