Selasa 05 April 2022, 21:29 WIB

Pembelajaran Tatap Muka DKI Mulai, PSI: Perlu Perhatikan Kesehatan Mental Siswa 

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Pembelajaran Tatap Muka DKI Mulai, PSI: Perlu Perhatikan Kesehatan Mental Siswa 

Antara/Reno Esnir
Pembelajaran tatap muka 100 persen di SDN Pondok Pinang 01 Jakarta

 

WAKIL Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Anggara Wicitra Sastroamidjojo, menyambut pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) penuh di DKI Jakarta sesuai amanat Surat Keputusan Bersama Empat Menteri No 05/KB/2021. Namun, dia mengingatkan kesiapan Pemprov DKI Jakarta dalam 'screening' kesehatan mental siswa. 

"Pertama kami meminta Pemprov menyiapkan fasilitas skrining kesehatan mental siswa. Ini penting karena setelah 2 tahun melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), siswa perlu penyesuaian untuk berinteraksi langsung lagi dengan guru dan teman-temannya. Anak umur sekolah ini rentan dalam hal kesehatan mentalnya, jangan sampai lahir generasi mental health issue dan anxiety, kesehatan mental pasti berpotensi ganggu pelajaran dan aspek kehidupan lainnya," kata Anggara dalam keterangan resmi, Selasa (5/4). 

Selain itu, Anggara meminta Pemprov DKI juga harus tetap memberikan opsi bagi orang tua yang belum mengizinkan anaknya mengikuti PTM. Sistem pembelajaran 'hybrid' untuk menunjang kebutuhan siswa belajar perlu mendapatkan perhatian. 

Baca juga : Rumah Restorative Justice Kota Depok Diluncurkan

"Persetujuan orang tua untuk anak mengikuti PTM tetap harus diutamakan. Jika orang tua belum mengizinkan, anak dapat belajar daring namun tidak terpisah dari siswa yang mengikuti pelajaran di kelas. Kita harus siap dengan metode tersebut dan juga memberikan pedoman ke orang tua untuk bagaimana pendampingannya karena ini berbeda dengan PJJ penuh," tambah Anggara. 

Anggara mengingatkan agar Pemprov tetap berhati-hati dalam hal pencegahan penularan covid-19 di lingkungan sekolah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta perlu melakukan evaluasi penerapan protokol dan pengawasan secara berkala. 

"Pemprov harus serius dalam hal pencegahan, kami rasa perlu juga dilibatkan Satgas Covid-19 tingkat RT, RW, dan kelurahan dalam upaya ini. Jangan sampai penyebaran tidak terkendali sehingga banyak siswa yang tidak dapat berkumpul dengan keluarganya di Hari Raya Idul Fitri nanti. Evaluasi secara berkala sangat diperlukan," tutup Anggara. (OL-7)

Baca Juga

DOK MI.

Polisi Buru Penculik Balita di Stasiun Manggarai

👤Rahmatul Fajri 🕔Minggu 26 Juni 2022, 17:45 WIB
Ketika itu keduanya hendak membicarakan soal bisnis dan sepakat bertemu di Stasiun Bogor. Seusai bertemu, mereka melanjutkan...
AFP/Ardikta Nugroho.

Lakukan Penistaan Agama, Holywings BSD Dipasang Garis Polisi

👤Rahmatul Fajri 🕔Minggu 26 Juni 2022, 16:29 WIB
Holywings Indonesia mengeluarkan promosi pemberian minuman beralkohol secara gratis bagi pemilik nama Muhammad dan...
MEDCOM

Kecelakaan Tunggal, Pelajar Tewas di Jaksel

👤Rahmatul Fajri 🕔Minggu 26 Juni 2022, 16:15 WIB
Kejadian tersebut beredar di media sosial. Dari video yang dihimpun, tampak korban tergeletak di jalan bersimbah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya