Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI mengungkap motif LM, 38, perempuan yang menjadi otak pembunuhan terhadap pria berinisial FF yang jasadnya ditemukan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kober Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Kamis (10/2) lalu.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan menjelaskan LM nekat menghabisi nyawa FF, karena cemburu kekasihnya berinisial HN menjalin hubungan asmara dengan korban. Diketahui, LM merupakan penyuka sesama jenis.
"Saudari LM ini diduga memiliki kelainan seksual yaitu yang bersangkutan seorang lesbi, kemudian cemburu terhadap korban FF, karena korban menjalin hubungan asmara atau berpacaran dengan saksi HN. Yang mana pelaku LM ini memiliki hubungan spesial atau khusus dengan saksi HN yang sudah berlangsung cukup lama pengakuannya 9 tahun," kata Zulpan di Polres Jakarta Selatan, Senin (14/2).
Selain cemburu, LM juga sakit hati dengan korban. Zulpan mengatakan LM sempat meminjamkan sepeda motornya kepada korban. Lalu, korban mengembalikannya dalam keadaan rusak dan STNK juga tidak dikembalikan, karena ditilang.
"Alasan yang kedua karena telah meminjamkan motornya kemudian dikembalikan motor tersebut dalam keadaan rusak dan juga STNK tidak ada karena ditilang dalam perjalanannya di jalan taya, sehingga pelaku LM menganggap korban FF ini tidak bertanggung jawab," katanya.
LM kemudian menyuruh DR, 22, untuk menghabisi nyawa korban dengan mengiming-imingi uang sebesar Rp1 juta. DR kemudian mengajak pelaku lainnya berinisial MYL, 18.
Lalu, pada Kamis (10/2) dini hari, LM menjemput DR dan MYL di kediamannya masing-masing. Kemudian ketiga pelaku menunggu korban melintas sekitar TPU Kober. Pelaku sebelumnya mengetahui korban bertemu dengan pacarnya dan akan melintas di jalan tersebut. Saat korban melintas dengan sepeda motor, pelaku lalu menghentikannya dan menusuk korban dengan gunting. Pelaku kemudian kabur dan menggasak sepeda motor korban.
"Pelaku DR dan MYL melakukan penusukan para korban menggunakan gunting yang sudah disiapkan tersebut kemudian akhirnya korban jatuh dan meninggal di tempat kejadian perkara dengan dua luka tusukan di bagian perut," katanya.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap para pelaku. MYL ditangkap di Tangerang. Sedangkan DR dan LM ditangkap di Kembangan, Jakarta Barat.
Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana juncto Pasal 338 KUHP dan/atau Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman pidana mati atau pidana seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.(OL-13)
Baca Juga: Polisi Ciduk Otak Pembunuhan Sadis Seorang Pemuda di Ulujami
Rumah Makan Padang Nan Lamak resmi dibuka di Jakarta Selatan. Sajikan rendang dan ayam goreng khas Solok dengan resep autentik Minang dan konsep made-to-order.
Warga Haji Nawi Raya, Cilandak, Jakarta Selatan mengeluhkan kebisingan lapangan padel. Mediasi dengan pengelola gagal, warga tuntut peredam suara.
Hindari titik macet di Jakarta Selatan menjelang buka puasa Ramadan 2026. Cek daftar jalan rawan kepadatan akibat pasar takjil dan proyek Haji Nawi di sini.
PEMERINTAH Kota Administrasi Jakarta Selatan mengungkapkan bahwa pembangunan Taman Bendera Pusaka telah mencapai 80 persen menjelang peresmiannya yang dijadwalkan pada bulan ini
PT Transjakarta menyampaikan belasungkawa atas insiden kecelakaan di Jalan Margasatwa Raya, Jakarta Selatan.
Polres Metro Jakarta Selatan meningkatkan patroli jalan kaki dan mobile di kawasan Blok M untuk mencegah pencopetan setelah insiden copet viral di media sosial.
Sejumlah riseti menunjukkan ada kebiasaan harian yang berkaitan dengan penyusutan volume otak atau brain atrophy.
Makanan cepat saji terasa sangat nikmat karena otak manusia berevolusi menyukai gula, lemak, dan garam. Penjelasan ilmiah ini mengungkap alasan fast food mudah bikin ketagihan.
MINIMNYA aktivitas fisik disebut sebagai salah satu faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami demensia atau Alzheimer usia muda
Tontonan yang diakses secara terus-menerus memicu adiksi yang membuat anak enggan berhenti menatap layar.
Saat seseorang menguap, cairan serebrospinal (CSF) atau cairan yang melindungi dan menjaga fungsi sistem saraf pusat bergerak menjauh dari otak.
Selain sakit kepala dan asfiksia (kekurangan oksigen), gas tertawa dapat memicu terbentuknya bekuan darah serta gangguan pada hitung darah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved