Senin 06 Desember 2021, 16:50 WIB

Gelar Perkara Kasus Tuti Kuspiarti H, Bareskrim Diyakini Presisi

Muhamad Fauzi | Megapolitan
Gelar Perkara Kasus Tuti Kuspiarti H, Bareskrim Diyakini Presisi

dok.mi
Ilustrasi

 

BARESKRIM Polri melakukan gelar perkara kasus Tuti Kuspiati Halim, wanita paruh baya asal Bandung yang beperkara dengan Wan Hok alias Wawan yang tak lain mantan suaminya.

Dalam gelar perkara ini, kuasa hukum Tuti Kuspiati Halim, Agung Mattauch berharap tidak ada lagi intervensi terhadap kasus yang melibatkan kliennya.

"Betul (gelar perkara), kami yakin Bareskrim Polri Presisi, akan mengawasi jalannya gelar perkara pagi ini," kata kuasa hukum Tuti Kuspiati Halim, Agung Mattauch dalam keterangannya,  Senin (6/12/2021).

Presisi, lanjut Agung, tentunya telah menjadi ruh yang membentuk karakter kuat segenap insan Bhayangkara khususnya yang bertugas di Bareskrim Polri, agar mereka senantiasa teguh menjadi abdi negara yang prediktif, responsibilitas, transparansi dan berkeadilan.

"Kita yakin tidak akan ada lagi intervensi di kasus kami, mengingat point pengawasan pimpinan dan fungsi pengawasan khususnya kepada masyarakat pencari keadilan seperti tertera pada Presisi, akan dikedepankan oleh Bareskrim," lanjut Agung.

Atas dasar itulah, Agung memberikan apresiasi kepada Kapolri, Listyo Sigit Prabowo yang cepat tanggap terhadap kasus yang saat ini tengah di hadapinya.

"Terimakasih Pak Sigit, tidak percuma kami lapor polisi. Benar-benar Presisi Polri dibawah kepemimpinan beliau," pungkas Agung.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang wanita asal Bandung, Tuti Kuspiati Halim mengadu ke Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo karena ada dugaan intervensi dalam kasus antara dirinya dengan mantan suami, di Polda Jawa Barat.

"Salah satu (oknum jenderal polisi) tersebut bahkan mendatangi langsung Direskrimum Polda Jawa Barat dimana kami mendapatkan informasi awal bahwa yang bersangkutan memberikan dukungan kepada Wawan alias Wan Hok," kata Agung Mattauch kepada wartawan di Bareskrim Polri, Jum'at, (3/11/2021).

Baca Juga: Lagi, Oknum Jenderal Dilaporkan ke Kapolri

Akibatnya, lanjut Agung, perkara yang saat ini ditangani penyidik Ditreskrimum Polda Jabar tersebut sudah tidak objektif lagi.

Kehadiran kedua oknum jenderal, dimana salah seorang di antaranya mantan pejabat utama di Polrestabes Bandung, disengaja  untuk menghentikan penyidikan Laporan Polisi No.LP.B/237/II/2021/Jabar dengan Terlapor Wawan alias Wan Hok.

Padahal, saksi dan bukti-buktinya sudah demikian terang benderang dan sebaliknya keduanya  menggiring  penyidikan Laporan Polisi  No. LP.B/408/IV/Jabar dengan Terlapor Tuti Kuspiati Halim agar ditindaklanjuti.

Sebelumnya Tuti telah membuat laporan kepada Kepala Biro Wassidik Bareskrim Mabes Polri, sesuai surat kami No.070/A/ME&P/VIII/2021 tanggal 26 Agustus 2021 dan surat kepada Kapolda Jabar sewaktu dipimpin Irjen Pol Ahmad Dofiri sesuai dengan surat No. 067/A/ME&P/VIII/2021 tertanggal 23 Agustus 2021 serta surat No. 075/A/ME&P/IX/2021 tertanggal 6 September 2021.

Tuti juga melaporkan langsung kepada Direktur Kriminal Umum Polda Jabar yang baru, Kombes Yani Sudarto, SIK, MSi tentang peristiwa yang terjadi sebelum dirinya menjabat Ditreskrimum Polda Jawa Barat.

"Kami memohon perlindungan hukum kepada Bapak Kapolri dan memanggil oknum jenderal untuk menghentikan setiap bentuk intervensi petinggi Polri dalam perkara Laporan Polisi No. LP.B/237/II/2021/Jabar dan Laporan Polisi  No. LP.B/408/IV/Jabar," jelas Agung.

Agung juga meminta Polri segera menyelidiki keterlibatan dua jenderal dan kaki tangannya yang diduga menjadi otak di balik rencana penghentian perkara Laporan Polisi No. LP.B/237/II/2021/Jabar dan dilanjutkannya penyidikan Laporan Polisi  No. LP.B/408/IV/Jabar.

"Mengingat efektifnya program Presisi yabg di inisiasi Bapak Kapolri, kami yakin siapapun yang terbukti terlibat persekongkolan jahat dalam perkara ini, akan di sikat oleh Pak Listyo Sigit," pungkas Agung. (OL-13)

Baca Juga: Polda Jabar Bantah Intervensi Kasus Tuti Kuspiati Halim

 

 

 

 

Baca Juga

Antara/Dhemas Reviyanto

Evaluasi HBKB, Koalisi Pejalan Kaki Soroti Rendahnya Pemindaian Peduli Lindungi

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Rabu 25 Mei 2022, 22:26 WIB
"Nah di rapat evaluasi kemarin juga jadi sorotan terkait dengan masih sedikitnya publik yang melakukan pemindaian QR code," kata...
Antara/Dhemas Reviyanto

Koalisi Pejalan Kaki Minta Satgas Penanganan Covid-19 Bikin Panduan HBKB

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Rabu 25 Mei 2022, 21:00 WIB
Panduan teknis itu berisikan berbagai ketentuan dan syarat pelaksanaan HBKB, termasuk apabila nantinya ada pihak-pihak yang ingin menggelar...
Dok MI

Pakar: Penertiban Penunggak Tagihan Air Tirta Pakuan Sesuai Regulasi

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 25 Mei 2022, 20:27 WIB
Suparji Ahmad menyebut bahwa langkah Perumda sudah sesuai dengan regulasi dari Perda Nomor 5 Tahun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya