Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
MINGGU (5/12), pukul 05.30 WIB, warga RW 029, Mutiara Gading Timur (MGT), Kelurahan Mustika Jaya, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, mulai berduyun-duyun menuju titik kumpul di dekat sebuah aliran air (kali kecil) yang ditengarai menjadi 'pintu masuk' limpasan air dari berbagai wilayah di sekitar perumahan itu.
Berbagai poster dibentangkan oleh warga, terutama ibu-ibu. Antara lain bertuliskan ‘Lihat Kami Warga RW 029 Terancam Mati Tenggelam’ dan ‘Kepada Pemerintah Kota Bekasi agar Mencabut Izin Pengembang MGT yang Telah Melanggar Amdal’.
Dalam kegiatan ini warga tidak hanya berunjuk rasa, tetapi juga bekerja bakti membersihkan saluran air dan memfungsikan kembali saluran air yang mampat.
“Kami bersemangat mengikuti kegiatan sekaligus unjuk rasa ini karena menyangkut keselamatan dan kenyamanan hidup kami yang tinggal di perumahan ini,” ujar Sauria, warga RW 029, Perumahan Mutiara Gading Timur, yang datang bersama suami dan anak-anaknya.
Baca juga: Banjir Rob kembali Landa Kosambi dan Teluknaga Tangerang
Seperti diketahui, dalam lima tahun terakhir banjir kerap menyambangi Perumahan Mutiara Gading Timur, khususnya wilayah RW 029. Sudah sangat besar kerugian baik moril maupun materiel yang diderita warga akibat banjir yang seolah menjadi langganan ini. Hujan pun menjadi momok bagi warga jika terjadi dalam waktu yang cukup lama.
“Saya merasa waswas setiap kali terjadi hujan deras karena banjir selalu menghantui kami,” kata Jufnaidi, warga RW 029 lainnya.
Salah satu pemicu banjir di RW 029 ialah kondisi saluran air yang tidak ditata dengan baik oleh pihak pengembang perumahan ini. Banyak saluran air utama yang tidak berfungsi dan bahkan tertutup sama sekali oleh sampah berupa puing dan kayu akibat tidak adanya perawatan oleh pihak pengembang.
Di samping itu, pembuatan klaster baru perumahan oleh pengembang pun tidak dilakukan dengan memperhatikan kondisi lingkungan dan saluran air, dan bahkan malah menutup saluran air yang sudah ada. Akibatnya, antara lain, air pun tidak teralirkan dengan baik ke Kali Jambe, dan malah meluap lalu menggenangi kawasan RW 029. Banjir yang terjadi beberapa kali di wilayah RW 029 bahkan mencapai ketinggian 1-1,5 meter.
“Kondisi itu sudah mengancam jiwa warga, dan ini perlu dicarikan solusinya,” kata Firdaus Raja Intan, Ketua RW 029 MGT.
Padahal, saluran air tersebut berfungsi mengalirkan air ke Kali Jambe di saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Kali Jambe adalah kali yang cukup besar di sekitar Perumahan Mutiara Gading Timur.
Oleh karena itu, imbuh Firdaus, warga pun menuntut pihak pengembang untuk menata kembali saluran air yang berada di lingkungan Perumahan Mutiara Gading Timur. Jika hal itu tidak dilakukan, warga meminta Pemerintah Kota Bekasi menghentikan izin pihak pengembang karena dianggap tidak memperhatikan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal). (J-2)
Menjelang Ramadan, kegiatan bersih-bersih masjid mulai marak dilakukan warga untuk menyiapkan tempat ibadah yang lebih higienis dan nyaman.
Penerapan tarif telah disepakati bersama antara Pemkot Bekasi, Organisasi Angkutan Darat (Organda), dan para sopir angkot.
POLDA Metro Jaya mengungkapkan bayi yang ditemukan di sebuah apartemen Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (9/2), dinyatakan meninggal dunia.
WALI Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono meninjau langsung lokasi banjir yang merendam permukiman warga di Gang Mawar, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Jumat (30/16).
Banjir kembali merendam Kota Bekasi akibat hujan deras dan luapan Kali Bekasi. BPBD mencatat 15 titik genangan di 7 kecamatan dengan air hingga 150 cm.
Sekolah Lansia KUN dihadirkan sebagai wadah pembelajaran bagi para lanjut usia agar tetap memiliki ruang untuk berkembang, beraktivitas, dan berperan aktif di tengah masyarakat
AKSI unjuk rasa yang digelar Serikat Buruh Industri Morowali Indonesia (SBIMI) di depan kantor PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Seperti diketahui bencana banjir Pekalongan yang telah merendam permukiman mereka selama hampir satu bulan hingga saat ini masih belum tertangani dengan baik.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan negaranya tidak gentar menghadapi ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump, meski Iran tengah diguncang.
Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas.
Komisi III DPR RI meluruskan berbagai narasi keliru soal KUHP baru, menegaskan pidana mati, pasal presiden, zina, hingga demo tetap dibatasi prinsip keadilan.
Revisi Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat terkait UMSK 2026 tidak menyelesaikan masalah mendasar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved