Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Kawal Aksi Buruh di Jakarta Pusat, 1.659 Personel Gabungan Dikerahkan

Golda Eksa
08/1/2026 11:28
Kawal Aksi Buruh di Jakarta Pusat, 1.659 Personel Gabungan Dikerahkan
Ilustrasi .(MI)

POLRES Metro Jakarta Pusat mengerahkan sebanyak 1.659 personel gabungan untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa yang digelar elemen buruh dan masyarakat di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (8/1). Pengamanan dipastikan mengedepankan pendekatan humanis tanpa penggunaan senjata api.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold EP Hutagalung, menyatakan bahwa pengerahan personel ini bertujuan untuk memastikan penyampaian aspirasi masyarakat berjalan lancar dan tertib.

"Kami hadir untuk melayani saudara-saudara kita yang menyampaikan pendapat," kata Reynold di Jakarta, Kamis (8/1).

Ia menegaskan, kehadiran aparat di lapangan semata-mata untuk menjamin hak konstitusional warga negara dalam menyuarakan pendapat secara damai. Adapun massa aksi dilaporkan berasal dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan sejumlah elemen massa lainnya.

Pendekatan Humanis Tanpa Senjata Api
Guna menciptakan situasi yang kondusif, Reynold menginstruksikan seluruh jajaran pengamanan untuk tidak membekali diri dengan senjata api. Hal ini dilakukan untuk menjaga suasana tetap persuasif selama massa menyampaikan tuntutannya.

"Personel diperintahkan untuk selalu mengedepankan sikap humanis, persuasif, dan profesional," ujar Reynold.

Pihak kepolisian juga memberikan imbauan khusus kepada koordinator lapangan, orator, hingga peserta aksi. Massa diminta untuk menjaga ketertiban umum, tidak memprovokasi satu sama lain, tidak menutup akses jalan publik, serta menghindari tindakan anarkis seperti pembakaran ban atau pengrusakan fasilitas umum.

Rekayasa Lalu Lintas Situasional
Terkait potensi kemacetan di sekitar kawasan Monas dan Gambir, pihak kepolisian meminta masyarakat dan pengguna jalan untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas.

Reynold menyarankan agar pengendara mencari jalur alternatif selama unjuk rasa berlangsung. Pihaknya akan menerapkan rekayasa arus kendaraan yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

"Pengaturan lalu lintas bersifat situasional dan akan disesuaikan dengan eskalasi jumlah massa di lapangan. Kami mohon kerja sama semua pihak agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif," tutur Reynold. (Ant/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik