Selasa 10 Januari 2023, 18:00 WIB

Perppu Dinilai Lebih Buruk Dari UU Ciptaker, Jumhur Dukung Aksi Penolakan di DPR

Muhamad Fauzi | Politik dan Hukum
Perppu Dinilai Lebih Buruk Dari UU Ciptaker, Jumhur Dukung Aksi Penolakan di DPR

dok.KSPI
Ketua Umum DPP Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Moh. Jumhur Hidayat saat berorasi di depan DPR-RI, Selasa (10/1/2023)

 

KETUA Umum DPP Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Moh. Jumhur Hidayat menghadiri aksi penolakan Perppu No. 2 tahun 2022, yang dilakukan massa dari organisasi buruh, mahasiswa dan rakyat yang tergabung dalam Gerakan Bersama Rakyat (GEBRAK), di halaman Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (10/1/2023).

Ketua Umum Konfederasi Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Nining Elitos yang menginisiasi aksi tersebut menyampaikan, penetapan Perppu Ciptaker oleh pemerintah nyata-nyata telah mengkhianati konstitusi, tidak mengikuti kehendak rakyat, dan telah merampas hak-hak rakyat yang telah dijamin konstitusi.

Untuk itu KASBI bersama 19 organisasi elemen masyarakat lainya yang tergabung dalam GEBRAK menuntut Presiden agar segera mencabut Perppu Ciptaker, dan bersama DPR RI mencabut Omnibus Law Cipta Kerja.

"Hentikan segala bentuk pengkhianatan konstitusi," tegas Nining.

Lebih Buruk

Ketua Umum KSPSI Moh. Jumhur Hidayat dalam orasinya menyatakan, bahwa  Perppu No. 2 Tahun 2022 tentang Ciptaker jauh lebih buruk dari Omnibus Cipta Kerja. Isinya sangat merugikan rakyat, khususnya kaum buruh.

"Ini bukan perbaikan tapi pemburukan dan pembodohan," tegas Jumhur.

Ia mengingatkan Mahkamah Konstitusi (MK) Putusan No. 91/PUU-XVIII/2020 memerintahkan UU Ciptaker diperbaiki secara prosedural maupun subtansial.

Namun setelah 13 bulan Pemerintah justru terus menerus menerbitkan aturan pelaksana yang bersifat strategis berdasar UU Cipta Kerja, dan menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undangm(Perppu) No. 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja (Perppu Ciptaker).

Melalui Perppu Ciptaker, lanjut Jumhur, Pemerintah mencabut UU Cipta Kerja namun tetap memberlakukan peraturan pelaksana UU Cipta Kerja, untuk memberi jaminan kepastian hukum pada investor di Indonesia.

Untuk itu, atas nama Ketua Umum DPP KSPSI, Jumhur menegaskan dirinya mendukung Gerakan elemen buruh, tani, nelayan dan mahasiswa yang tergabung GEBRAK untuk meminta DPR agar menolak pengesahan Perpu Ciptaker.

Namun Jumhur menegaskan, kedatangannya bersama GEBRAK dan KASBI ke DPR bukan  mau meminta-minta dan mengemis keadilan tapi justru untuk melawan bersama-sama.

Dalam kesempatan itu, Jumhur menyampaikan bahwa inisiasi awal UU Cipta Kerja yang isinya sangat merugikan rakyat khususnya kaum buruh adalah pemerintah. Lalu diterima DPR secara sembunyi-sembunyi dan disahkan.

Usai pengesahan para pejuang organisasi buruh melakukan uji materi ke MK dan akhirnya diputuskan bahwa UU Omnibuslaw itu inkonstitusional bersyarat dan boleh berlaku selama 2 tahun.

Mengenai perbaikan yang diklaim telah dilakukan, Jumhur menegaskan pemerintah tidak mengajak elemen buruh untuk memperbaiki isi UU Omnibus Law. "Alih-alih menunggu perbaikan ternyata yang keluar adalah Perppu No 02 Tahun 2022," ungkap Jumhur.

Adapun 20 elemen buruh, mahasiswa dan rakyat yang hadir dalam aksi tersebut antara lain daru KASBI, KPBI, KSN, SGBN, LMID, FIJAR, YLBHI, KPA, dan lain-lain. (RO/OL-13)

Baca Juga: Tolak Perppu Ciptaker, 10 Ribu Buruh Akan Unjuk Rasa ke Istana

Baca Juga

MI/Moh Irfan.

Pertemuan Surya Paloh dan Joko Widodo hanya Temu Kangen

👤Sri Utami 🕔Jumat 27 Januari 2023, 15:40 WIB
Dalam pertemuan tersebut tidak ada membahas tentang perombakan...
ANTARA

Moeldoko Ingin Indonesia Keluar dari Zona Nyaman

👤Indriyani Astuti 🕔Jumat 27 Januari 2023, 15:11 WIB
Indonesia, ujarnya, perlu menciptakan area kompetisi antara lain melakukan percepatan, keunggulan, pembeda, dan bisa merebut...
MI/Moh Irfan.

Istana Benarkan Jokowi Bertemu Surya Paloh

👤Indriyani Astuti 🕔Jumat 27 Januari 2023, 14:52 WIB
Kabar pertemuan itu juga dikonfirmasi oleh beberapa petinggi partai NasDem, salah satunya Bendahara Umum DPP Partai NasDem Ahmad...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya