Rabu 13 Oktober 2021, 12:15 WIB

Kemarin, Kota Bogor Nihil Kasus Baru Positif Covid-19

Dede Susianti | Megapolitan
Kemarin, Kota Bogor Nihil Kasus Baru Positif Covid-19

Antara
Pemkot Bogor, Jawa Barat terus menggalakkan vaksinasi covid-19 agar terbentuk kekebalam komunitas (herd immunity)

 

KONDISI penyebaran covid-19 di Kota Bogor, Jawa Barat mulai terkendali. Angka kesembuhan pun tinggi. Bahkan kemarin, Kota Bogor nihil kasus baru positif covid-19.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor per Selasa (12/10) yang diperbaharui per pukul 15.53 WIB, tidak ada penambahan atau nol kasus baru covid-19.

"Hari ini nol penambahan kasus Covid-19 di Kota Bogor,” ujar juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Sri Nowo Retno dalam keterangan resminya, Rabu (13/).

Retno yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor itu memaparkan, saat ini dari keseluruhan kasus positif, sebagian besarnya dinyatakan sudah sembuh.

Dari 37.512 orang warga yang dinyatakan positif terpapar atau pasien covid-19, sebanyak 36.941 orang diantaranya dinyatakan sembuh. Jumlah itu setelah ada penambahan sebanyak 7 orang.

Sementara untuk pasien yang saat ini masih sakit dan dirawat di rumah sakit sebanyak 48 orang saja.

Masih beedasar data Satgas, pada hari Selasa, kemarin, dilaporkan juga tidak ada penambahan (nihil) pasien meninggal.

Adapun total pasien meninggal dunia sebanyak 523 orang dan probable yang meninggal dunia 97 orang. Kemudian unruk kasus suspek yang dipantau saat ini tercatat ada 16 orang dan kontak erat yang dipantau sebanyak 38 orang.

Meski demikian untuk status pembeelakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Kota Bogor sendiri saat ini masih di level 3.

Penentuan level menurut Kemendagri Nomor 43 Tahun 2021 selain penurunan kasus, ditambah indikator capaian vaksinasi aglomerasi di kabupaten/ kota. "Jadi kalau Kabupaten Bogor belum 50% vaksin, maka masih di level 3," sebutnya.

Baca Juga: Sekarang ODGJ di Bandung Bisa Punya e-KTP Euyy

Kendati kondisi terus membaik dan angka kasus terua turun, pihaknya kembali menghimbau masyarakat untuk tetap disiplin protokol kesehatan (prokes) dengan menerapkan program 5M, yakni mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas.

“Masyarakat tetap terapkan prokes, jangan lengah agar kasus covid-19 di Kota Bogor terus melandai dan ayo ikuti program vaksinasi," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Bogor, Siti Robiah Mubarokah menerangkan data testing atau pemeriksaan PCR dari NAR atau New All Record di laboratorium, rumah sakit dan klinik sebanyak 228 pemeriksaan PCR.

"Sudah ada hasil 139 pemeriksaan PCR (137 Negatif, 2 Positif domisili luar Kota Bogor)," katanya.

Untuk antigen ada 24 pemeriksaan di GOR Pajajaran, PCR ibu hamil 10 pemeriksaan dan PCR Puskesmas 24 pemeriksaan. Total ada 58 pemeriksaan.

"Untuk Antigen yang dikerjakan oleh puskesmas bisa diambil data dari NAR besok. Data dari NAR yang domisili Kota Bogor 12 Oktober ada 318 pemeriksaan antigen, hasil negatif semua," tutup dokter yang biasa disapa dokter Obien itu. (OL-13)

Baca Juga: Ini Upaya IDI Mengantisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

Baca Juga

ANTARA

Wagub DKI Sebut Ikan Teluk Jakarta Tak Terpapar Parasetamol

👤Widhoroso 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 22:55 WIB
WAKIL Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut produk ikan dari Teluk Jakarta, tidak terpapar kandungan...
AFP/ ArunSankar

Kepolisian Bisa Manfaatkan Medsos untuk Melakukan Penyadaran Hukum 

👤Putra Ananda 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 20:54 WIB
"Misal anggota Polri, jika medsos mereka pergunakan untuk melakukan penyadaran hukum dan menyampaikan soal-soal kamtibmas, maka itu...
Antara

Senin, Polda Metro Panggil Rachel Vennya soal Dugaan Plat Mobil Palsu

👤Ant 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 20:30 WIB
Argo memastikan plat nomor B-139-RFS di mobil Vellfire warna hitam milik Rachel Vennya bukan milik kendaraan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Krisis Energi Eropa akan Memburuk

Jika situasinya tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan, ada potensi krisis ekonomi yang menghancurkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya