Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
POLRES Tangerang Kota mengungkapkan hasil tes urine komika Coki Pardede, yang ditangkap karena dugaan penyalahgunaan narkoba.
Kasat Narkoba Polres Metro Tangerang AKBP Pratomo Widodo menyatakan hasil tes urine Coki Pardede positif amphetamin. "Ya, positif amphetamin. Untuk sementara masih kita lakukan pemeriksaan," ujar Pratomo saat dihubungi, Kamis (2/9).
Pratomo menyebut pihaknya telah menggeledah rumah Coki yang berlokasi di Jalan Foresta Raya, Pagedangan, Tangerang, pada Rabu (1/9) sekitar pukul 22.00 WIB.
Baca juga: Pelawak Coki Pardede Ditangkap dengan Barbuk Sabu
Tak hanya itu, polisi juga menangkap seorang perempuan bernama Welly, yang memberikan sabu kepada Youtuber tersebut. Pratomo pun menegaskan bahwa Coki Pardede berstatus pengguna narkoba.
"Iya betul Coki pengguna (sabu)," jelas dia.
Sebelumnya, Polres Tangerang Kota menangkap komika Coki Pardede yang diduga menyalahgunakan narkoba. Hal itu juga dibenarkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.
"Barang buktinya sabu dan diamankan di Tangerang Selatan," kata Yusri.(OL-11)
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup atau Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) merilis temuan terbaru terkait insiden pencemaran Sungai Cisadane.
KLH melakukan pemeriksaan mendalam terkait insiden kebakaran gudang milik PT Biotek Saranatama di Tangerang Selatan pada Februari 2026 yang menyebabkan pencemaran sungai Cisadane.
WARGA di wilayah Tangerang kini dibayangi ancaman kesehatan serius setelah hasil penelitian terbaru menunjukkan adanya peningkatan drastis cemaran pestisida di aliran Sungai Cisadane.
Ekspansi jaringan ritel material bangunan dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat rantai pasok sektor konstruksi di wilayah penyangga Jakarta.
Baru seumur jagung, pernikahan Boiyen dan Rully Anggi Akbar kandas di meja hijau. Simak fakta persidangan dan jadwal sidang lanjutannya di sini.
BMKG memprediksi pagi hari di sebagian besar wilayah Jakarta akan diawali dengan kondisi berawan tebal.
Mayoritas publik atau sekitar 67 persen percaya bahwa penempatan Polri di bawah kementerian berpotensi mengurangi independensi kepolisian.
kasus yang menimpa Hogi Minaya di Sleman, Yogyakarta serta arogansi terhadap penjual es gabus menunjukkan polisi tidak lagi menghayati perannya sebagai pelayan masyarakat.
Penempatan Polri di bawah kementerian justru berpotensi melemahkan efektivitas kerja kepolisian karena memperpanjang rantai birokrasi dan membuka ruang intervensi.
Menurut Fauzan, wacana pembentukan kementerian khusus yang membawahi kepolisian justru berisiko menambah kerumitan birokrasi.
Sifat rekomendasi tersebut cenderung konvensional dan sudah umum dikenal dalam diskursus reformasi kepolisian di Indonesia.
Komitmen tersebut telah dikonfirmasi langsung oleh pucuk pimpinan Korps Bhayangkara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved