Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
Setahun pertama sebuah pemerintahan biasanya menjadi fase untuk melihat arah kebijakan, bukan mengevaluasi hasil akhir. Di Kota Tangerang, tahun pertama kepemimpinan Wali Kota Sachrudin dan Wakil Wali Kota Maryono, perubahan pembangunan mulai terlihat, dijalankan secara bertahap dengan fokus keberlanjutan.
Pada fase awal ini, kebijakan pembangunan tidak dilakukan dengan gebrakan besar, tetapi melalui pendekatan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Pembangunan diarahkan agar mudah dipahami publik dan terasa dalam kehidupan sehari-hari warga. Pengamat kebijakan publik dari IDP-LP, Riko Noviantoro, menilai bahwa salah satu ciri kepemimpinan Sachrudin-Maryono pada tahun pertama adalah fokus pada kebutuhan dasar masyarakat.
“Program 3G, Gampang Sekolah, Gampang Kerja, dan Gampang Sembako, cukup relevan dan menarik perhatian. Program ini menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pendidikan, akses pekerjaan, hingga pemenuhan kebutuhan pokok. Pendekatan seperti ini membuat arah kebijakan pemerintah kota lebih mudah dipahami warga,” ujar Riko, Jumat (20/2).
Riko menekankan, program yang baru berjalan ini tidak bisa langsung dinilai sebagai hasil jangka pendek. “Tahun pertama biasanya adalah fase peletakan fondasi. Yang penting adalah konsistensi arah kebijakan dan keberlanjutan pelaksanaannya,” tambahnya.
Arah pembangunan tersebut, lanjut Riko, juga tercermin dari sejumlah indikator makro Kota Tangerang sepanjang tahun 2024-2025. Di antaranya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Tangerang yang meningkat dari 81,53 poin menjadi 82,41 poin. Angka harapan hidup juga naik dari 75,50 tahun menjadi 75,86 tahun, sementara harapan lama sekolah bergerak dari 13,90 tahun menjadi 13,96 tahun.
“Meski perubahannya bertahap, tren ini menunjukkan adanya perbaikan kualitas hidup masyarakat,” ujar Riko Noviantoro.
Di sektor ekonomi, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) menguat dari 5,04% menjadi 5,20%. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun dari 5,92% menjadi 5,88%, dan tingkat kemiskinan menurun dari 5,43% menjadi 5,19%. Menurut Riko, meski angka-angka ini belum menunjukkan loncatan besar, namun hal ini menandakan bahwa kebijakan sosial dan ekonomi pemerintah mulai berjalan dan dirasakan manfaatnya.
“Indikator-indikator ini memang tidak berubah secara cepat. Yang paling penting adalah arah kebijakan jelas dan konsistensinya terjaga. Jika hal ini dilakukan, dampaknya akan semakin terasa dalam beberapa tahun ke depan,” tuturnya.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menegaskan bahwa sejak awal kepemimpinannya, pembangunan diarahkan agar langsung dirasakan oleh masyarakat. Tahun 2025 menjadi fase penguatan fondasi, mulai dari perbaikan tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas layanan publik, hingga pembangunan fisik di lingkungan permukiman warga.
“Semua pembangunan harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami bekerja tidak sendirian, tetapi melibatkan semua pihak. Tujuannya agar pembangunan hadir dalam kehidupan sehari-hari warga, dengan layanan yang lebih mudah, lingkungan yang lebih tertata, dan ruang kota yang semakin nyaman,” ungkap Sachrudin.
Pengamat kebijakan publik, Riko Noviantoro, menilai bahwa setahun pertama kepemimpinan Sachrudin-Maryono memang belum menghadirkan hasil akhir.
“Namun arah kebijakan dan fondasi pembangunan sudah mulai terlihat. Jika konsistensi ini dijaga, Kota Tangerang pada 2026 dan tahun-tahun berikutnya, insya Allah akan memiliki ruang untuk terus tumbuh dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam kurun waktu setahun, sejumlah capaian nyata telah hadir, antara lain pembangunan 26 Graha Kita Bersama (GKB), bedah 1.000 rumah warga, pembangunan empat ruas jalan, dan pemberian beasiswa kepada 576 penerima manfaat.
Selain itu, Pemkot juga menyalurkan Bantuan Sosial berupa uang tunai kepada 2.668 penerima, santunan kematian kepada 805 keluarga, serta BPJS Ketenagakerjaan berupa bantuan iuran jaminan kematian dan kecelakaan kerja bagi 16.082 pekerja rentan. Tak kalah penting, pelatihan 1.000 wirausaha, serta bantuan modal usaha sebesar Rp20.000.000 kepada 184 penerima manfaat.
Alhamdulillah, dalam setahun kepemimpinan Sachrudin-Maryono, berhasil meraih 81 penghargaan tingkat nasional dan regional. Salah satunya, capaian Universal Health Coverage (UHC) Kota Tangerang yang konsisten di atas 98 persen, bahkan menembus 100,71 persen pada 2025. Atas pencapaian ini, Pemkot Tangerang kembali meraih UHC Award 2026 Kategori Madya dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat.
Peringkat III Pemerintah Kota Terbaik dalam Pencegahan Korupsi melalui Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan Tahun 2025 dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) Tingkat Nasional Tahun 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup, penghargaan tersebut diberikan atas inovasi Kota Tangerang melalui Sistem Pemantauan Tinggi Air Sungai yang masuk dalam Kategori Rajata.
Berbagai capaian tersebut, menjadi bukti nyata bahwa arah pembangunan Kota Tangerang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan fisik, tetapi juga tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan inovasi lingkungan. Semua prestasi ini menjadi motivasi bagi pemerintah dan masyarakat untuk terus bekerja sama, menjaga konsistensi, membangun dan merawat Kota Tangerang agar semakin maju, nyaman, dan berkelanjutan. (E-3)
Harus ada kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam rangka memajukan pembangunan bangsa Indonesia menyambut Indonesia Emas.
Tokoh lintas agama mendukung dan mendoakan pasangan bakal calon kepala daerah Sachrudin - Maryono di Pllwakot Tangerang
Sachrudin menjelaskan, dalam pesta demokrasi tersebut, dirinya merasa yakin bisa memenangkan Pilkada Kota Tangerang dengan perolehan 70 persen lebih.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved