Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM rangka memperingati HUT ke-60 Partai Golkar, pengurus DPD Golkar Kota Tangerang menggelar upacara dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Taruna, Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Banten, Minggu (20/10). Tabur bunga dilakukan di makam pahlawan yang gugur dalam pertempuran Lengkong 1946 melawan Belanda, seperti Mayor Daan Mogot.
Ketua DPD Golkar Kota Tangerang, Sachrudin mengatakan TMP Taruna dipilih untuk mengingat sejarah bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan.
Selain itu, lanjutnya, juga untuk menanamkan jiwa nasionalisme dan semangat kebangsaan agar dapat memupuk kerukunan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
"Kita harus mengingat sejarah yang pernah terjadi bagi bangsa Indonesia. Untuk itu, sebagai generasi penerus tentunya harus dapat menjaga kerukunan antarsesama," kata Sachrudin.
Terlebih, sambung dia, saat ini Kota Tangerang sedang menghadapi Pilkada 2024 sehingga harus dijaga bersama-sama agar pelaksanaan pesta demokrasi tersebut berjalan baik, jujur, adil, dan lancar.
Disinggung soal HUT Partai Golkar yang bersamaan dengan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Sachrudin yang juga mencalonkan diri sebagai kepala daerah Kota Tangerang mengucapkan selamat atas pelantikan tersebut.
Ke depannya, ungkap dia, tentunya harus ada kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam rangka memajukan pembangunan bangsa Indonesia menyambut Indonesia Emas.
"Kita akan mendorong dan menyukseskan program dari Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Hal ini harus dilakukan agar masyarakat bisa menikmati program yang telah digaungkan secara nasional," tandasnya. (J-2)
Kemendagri mendorong evaluasi rekrutmen politik dan sistem pilkada untuk menekan korupsi kepala daerah yang terus berulang meski pengawasan diperketat.
Pengamat politik Citra Institute Yusak Farchan menilai tingginya biaya politik dalam pilkada menjadi persoalan serius dalam demokrasi Indonesia.
Pilkada tak langsung bertentangan dengan semangat demokrasi lokal dan tidak menyelesaikan persoalan biaya politik tinggi.
Kepala Pusat Riset BRIN Mardyanto Wahyu Tryatmoko menilai wacana pilkada tidak langsung lewat DPRD tidak menjamin hilangnya politik uang dan justru berpotensi lebih mahal.
SISTEM pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung yang telah berjalan dua dekade dinilai gagal mewujudkan demokrasi substansial.
Peneliti BRIN Siti Zuhro, yang hadir dalam pertemuan tersebut, mengatakan pembahasan pilkada tidak langsung tidak hanya berkaitan dengan mahalnya biaya politik.
Tokoh lintas agama mendukung dan mendoakan pasangan bakal calon kepala daerah Sachrudin - Maryono di Pllwakot Tangerang
Sachrudin menjelaskan, dalam pesta demokrasi tersebut, dirinya merasa yakin bisa memenangkan Pilkada Kota Tangerang dengan perolehan 70 persen lebih.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved