Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KAMPUNG Akuarium untuk tempat tinggal bagi warga sudah selesai dibangun. Namun, Pemprov DKI Jakarta masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah. Seperti, melengkapi fasilitas bagi warga yang akan tinggal di wilayah pesisir tersebut.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Hari Nugroho mengatakan salah satu yang masih dikerjakan ialah akses jalan dan jembatan. Sehingga, warga memiliki akses keluar masuk ke Kampung Akuarium.
"Tinggal dari kita memperbaiki akses infrastruktur di sana jalannya, jembatan, akses menuju daratan. Ini masih jadi PR kita," ungkap Hari dalam diskusi virtual, Senin (23/8).
Baca juga: Level PPKM tak Turun Meski Covid-19 Sudah Landai, Ini Kata Anies
Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Haris Muhammadun juga mendukung Pemprov DKI terkait upaya penataan di permukiman kumuh. Termasuk, memindahkan warga ke rumah susun (rusun).
Namun, dia berpendapat sebaiknya rusun tersebut dialokasikan di pusat wilayah TOD atau yang dekat dengan simpul angkutan publik. Sebab, dari survei yang dilakukan DTKJ, warga yang bekerja di Jakarta menghabiskan rata-rata Rp500 ribu hingga Rp 1 juta untuk ongkos transportasi.
Baca juga: Kemnaker Turun Tangan Investigasi Kecelakaan Mal Margo City
Apabila sebagian warga Jakarta tersebut masih bergaji UMR, yakni Rp4,2 juta, hampir 44% gaji dihabiskan untuk biaya transportasi. Oleh karena itu, penting untuk memindahkan warga yang tinggal di permukiman kumuh ke lokasi simpul angkutan publik.
Sehingga, biaya hidup warga golongan tersebut lebih ringan. "Mereka yang tinggal di permukiman kumuh seperti itu, kan memang kalangan menengah ke bawah, yang harus dibantu oleh kita semua," tutur Haris.(OL-11)
, pembukaan rute-rute baru tersebut menjadi langkah lanjutan untuk mengoptimalkan konektivitas transportasi publik yang saat ini telah mencapai 92%.
Efektivitas OMC telah teruji pada saat puncak hujan akhir pekan lalu.
Pendekatan represif dan pengamanan tidak lagi memadai mulai menjadi arus utama dalam kebijakan daerah.
Pelaksanaan OMC dilakukan secara terukur dengan merujuk pada data prakiraan cuaca terbaru.
BPBD DKI Jakarta melaporkan 10 ruas jalan dan 16 RT terendam banjir setinggi 10–70 cm akibat hujan deras sejak Sabtu malam (17/1/2026).
Masalah tawuran tidak cukup diselesaikan hanya dengan imbauan moral atau nasihat.
Tuhiyat juga menjelaskan gambaran umum Stasiun Harmoni yang akan menjadi salah satu stasiun penting di jalur utara MRT Jakarta. Kelak, Stasiun Harmoni memiliki panjang 252 meter.
Rano menjelaskan bahwa Jakarta membutuhkan kebijakan yang mampu menyatukan aspek pencegahan, pemberantasan, penanganan, serta rehabilitasi.
Kendala utama berada pada pengadaan tanah, baik melalui pembelian maupun pembebasan lahan, yang kerap berbenturan dengan realitas sosial dan ekonomi kota padat.
Fokus penataan tidak hanya menyentuh aspek estetika visual, tetapi juga penguatan fungsi infrastruktur dasar.
Lebih lanjut Pramono merinci, jumlah anggaran Rp100 miliar bukan hanya dikeluarkan untuk pembongkaran tiang saja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved