Kamis 15 Juli 2021, 11:06 WIB

Ombudsman RI Peringatkan Sekolah di Depok Agar tidak Terima Siswa Titipan

Kisar Rajagukguk | Megapolitan
Ombudsman RI Peringatkan Sekolah di Depok Agar tidak Terima Siswa Titipan

MI/BARY FATHAHILAH
Ilustrasi--Calon siswa didampingi wali murid melakukan pendaftaran PPDB secara daring di SMAN 2 Depok, Depok, Jawa Barat.

 

OMBUDSMAN Republik Indonesia (ORI) mengingatkan Kepala SMAN/SMKN di Kota Depok agar tidak membuka kelas bagi siswa titipan saat penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Kepala Keasistenan Riksa 6 Ombudsman Republik Indonesia Ahmad Sobirin mengatakan Kepala SMAN/SMKN tidak dibolehkan membuka tambahan ruangan siswa titipan karena hal itu melanggar aturan dan tidak dikenal pula di dunia pendidikan.

"Bakal ada sanksi jika melanggar aturan. Kami mengingatkan saja ini pola tahunan. Setiap tahun ajaran baru diduga rawan pungutan liar, caranya membuka rombongan belajar siswa titipan," ujar Sobirin, Kamis (15/7).

Baca juga: Pemprov DKI Terima 1,2 Juta Permohonan STRP, 408 Ribu Ditolak

Ia memaparkan biasanya rombongan belajar per SMA/SMK cuma 9 kelas dengan jumlah siswa 324.

"Saat ini, kami telah menerima informasi terkait dugaan adanya pembukaan kelas siswa titipan," ucap Sobirin.

SMAN/SMKN, paparnya, diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat. PPDB pun diselenggarakan Disdik Provinsi Jawa Barat juga.

Maka, para Kepala SMAN/SMKN, tegas dia, fokus saja mengelola sekolah.

"Apalagi ini masih pandemi covid-19," ucap Sobirin.

Ia berharap Tim Saber Pungli yang terbentuk di daerah peka dan cepat tanggap terhadap penerimaan peserta didik baru (PPDB) siswa titipan ini.

"Tim Saber Pungli yang ada di daerah ini diharapkan mengambil peran dalam mencegah ataupun menindak saat pungli terkait PPDB jalur titipan ini terjadi," katanya.

PPDB titipan, ungkap Sobirin tidak dikenal di dunia pendidikan.

"Apalah guna PPDB zonasi, afirmasi, prestasi. Maka itulah Kepala SMAN/SMKN di Kota Depok jangan membuat aturan sendiri," tegasnya.

Keterangan dihimpun, Rabu (14/7), Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMAN-SMKN Kota Depok mengadakan rapat, yang diduga membahas penambahan ruang kelas siswa titipan.

Untuk diketahui, PPDB siswa titipan di SMAN/SMAN di Kota Depok Tahun 2020 heboh saat Ombudsman Jakarta Raya memeriksa semua pemangku jabatan SMAN/SMKN di Kota Depok, termasuk juga kepolisian. (OL-1)

Baca Juga

dok.ist

Kajol Indonesia Bantu Pendidikan untuk Driver Ojol Janda di Depok

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 Februari 2023, 05:05 WIB
KOMUNITAS Ojol (Kajol) Indonesia Dukung Ganjar memberikan bantuan pendidikan dan  paket sembako kepada pengemudi ojol janda di Depok,...
ANTARA

KAI Gandeng BPKP Untuk Rampungkan Proyek LRT Jabodebek

👤Ficky Ramadhan 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 23:00 WIB
PT Kereta Api Indonesia (KAI) berkolaborasi bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk merampungkan pembangunan...
DOK MI

Kasus Polisi Peras Polisi, Kompolnas: Jeruk Makan Jeruk

👤Khoerun Nadif Rahmat 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 21:08 WIB
KOMISIONER Kompolnas, Albertus Wahyurudhanto mengatakan kasus viralnya kasus Bripka Madih serta penyidik yang diduga memeras di kasus...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya