Kamis 03 Juni 2021, 13:55 WIB

Bohong Hasil Tes Swab, Jaksa Jerat Rizieq 6 Tahun Penjara

Rahmatul Fajri | Megapolitan
Bohong Hasil Tes Swab, Jaksa Jerat Rizieq 6 Tahun Penjara

Antara
Terdakwa Muhammad Rizieq

 

JAKSA menuntut eks Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab enam tahun penjara terkait kasus tes swab di RS Ummi Bogor. Jaksa menyebut Rizieq telah menyebarkan berita bohong terkait hasil tes swabnya.

"Menjatuhkan pidana penjara kepada Habib Rizieq Shihab selama 6 tahun penjara, dikurangi masa tahanan. Menyatakan bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan menyebarkan berita bohong atas kondisi kesehatannya," kata Jaksa di PN Jakarta Timur, Kamis (3/6).

Jaksa menyatakan Rizieq terbukti melakukan tindak pidana mengenai kabar bohong yang membuat keonaran di masyarakat dengan melanggar Pasal 14 Ayat 1 (ke-1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam tuntutannya, jaksa menilai hal yang memberatkan Rizieq dalam perkara ini ialah pernah dipidana dua kali pada 2003 dan 2008. Rizieq juga dianggap tidak mendukung upaya penanggulangan pemerintah dalam menanggulangi covid-19.

Baca juga : Menantu Rizieq Dituntut Dua Tahun Penjara Terkait Kasus RS UMMI

Selain itu, Rizieq dinilai tidak menjaga sopan santun dan berbelit-belit dalam memberikan keterangan di persidangan.

Sementara itu, hal yang meringankan Rizieq, yakni Rizieq dapat memperbaiki perilakunya di masa depan.

Selain Rizieq, dalam kasus ini, jaksa juga menuntut Muhammad Hanif Alatas dengan hukuman dua tahun penjara.

Jaksa menilai menantu Muhammad Rizieq Shihab itu terbukti secara sah dan meyakinkan turut serta dalam menyebarkan berita bohong terkait hasil tes swab Rizieq.

Hanif dinilai melanggar Pasal 14 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana

"Menjatuhkan pidana terhadap Muhammad Hanif Alatas berupa pidana penjara selama 2 tahun, dikurangi masa tahanan sementara, berdasarkan barang bukti 1 sampai 26 keseluruhan," kata jaksa.(OL-2)

 

Baca Juga

MI/M. Irfan

Ini Alasan Anies Jadikan Vaksin Syarat Wajib Kegiatan Usaha

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 01:03 WIB
“Dari 4,2 juta orang ber-KTP DKI Jakarta yang sudah divaksin minimal dosis pertama, hanya 2,3% yang tetap terinfeksi. Angkanya kecil...
MI/Kisar Rajagukguk

Siswa Miskin di Depok Ditolak Masuk Sekolah

👤Kisar Rajagukguk 🕔Sabtu 31 Juli 2021, 17:49 WIB
RATUSAN lulusan sekolah nenengah pertama (SMP) dari keluarga kurang mampu di Kota Depok terancam putus sekolah lantaran ditolak...
Antara/Aprillio Akbar.

Pemprov DKI Jakarta Lebih Cepat Capai Target Vaksinasi dari Presiden

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Sabtu 31 Juli 2021, 16:11 WIB
Ada empat komponen yang bisa divaksinasi di Jakarta yakni ber-KTP Jakarta, bekerja di Jakarta, berdomisili di Jakarta, dan bersekolah atau...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pemerintah Afghanistan Hadapi Krisis Eksistensial

 Laporan SIGAR menggarisbawahi kekhawatiran pasukan Afghanistan tidak siap untuk melakukan pertahanan yang berarti

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya