Kamis 03 Juni 2021, 13:30 WIB

Menantu Rizieq Dituntut Dua Tahun Penjara Terkait Kasus RS UMMI

Rahmatul Fajri | Megapolitan
Menantu Rizieq Dituntut Dua Tahun Penjara Terkait Kasus RS UMMI

Antara
Sidang kasus HRS dan RS UMMI

 

JAKSA Penuntut Umum (JPU) menuntut Muhammad Hanif Alatas dengan hukuman dua tahun penjara terkait kasus hasil swab test covid-19 di RS UMMI, Bogor.

Jaksa menilai menantu Muhammad Rizieq Shihab itu terbukti secara sah dan meyakinkan turut serta dalam menyebarkan berita bohong terkait hasil tes swab Rizieq.

Hanif dinilai melanggar Pasal 14 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana

"Menjatuhkan pidana terhadap Muhammad Hanif Alatas berupa pidana penjara selama 2 tahun, dikurangi masa tahanan sementara, berdasarkan barang bukti 1 sampai 26 keseluruhan," kata jaksa saat bacakan tuntutannya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (3/6).

Jaksa menyatakan dalam tuntutannya, Hanif Alatas dianggap tidak mendukung program pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran covid-19. Hanif juga dinilai telah membuat kegaduhan di tengah masyarakat.

Selain itu, jaksa menilai Hanif juga tidak menjaga sopan santun dan berbelit belit dalam memberikan keterangan di persidangan.

Baca juga : Dishub DKI Masih Bahas Payung Hukum Jalur Road Bike

Sementara itu, hal yang meringankan Hanif ialah masih berusia muda dan diharapkan bisa memperbaiki perilakunya di masa mendatang.

Maka dari itu, jaksa meminta kepada Hakim Ketua Khadwanto yang memimpin jalannya sidang agar mengabulkan tuntutannya.

Seperti diketahui, Rizieq Shihab bersama Hanif Alatas dan Dirut RS UMMI Andi Tatat, didakwa melakukan penyebaran berita bohong terhadap hasil tes swab Rizieq di RS UMMI, Bogor, pada akhir November 2020.

Para terdakwa juga dianggap menghalang-halangi upaya Satgas Covid-19 kota Bogor dalam menanggulangi penyebaran pandemi covid-19.

Para terdakwa dianggap melanggar Pasal 14 ayat (1) dan (2) serta Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dalam perkara tersebut.

Sementara itu, dalam dakwaan kedua, Rizieq diduga dengan sengaja menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah. Ia disangkakan Pasal 14 Ayat (1) UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Lalu, dalam dakwaan ketiga, ia didakwakan melanggar Pasal 216 Ayat 1 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. (OL-2)

 

Baca Juga

ANTARA

Wagub DKI Sebut Ikan Teluk Jakarta Tak Terpapar Parasetamol

👤Widhoroso 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 22:55 WIB
WAKIL Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut produk ikan dari Teluk Jakarta, tidak terpapar kandungan...
AFP/ ArunSankar

Kepolisian Bisa Manfaatkan Medsos untuk Melakukan Penyadaran Hukum 

👤Putra Ananda 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 20:54 WIB
"Misal anggota Polri, jika medsos mereka pergunakan untuk melakukan penyadaran hukum dan menyampaikan soal-soal kamtibmas, maka itu...
Antara

Senin, Polda Metro Panggil Rachel Vennya soal Dugaan Plat Mobil Palsu

👤Ant 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 20:30 WIB
Argo memastikan plat nomor B-139-RFS di mobil Vellfire warna hitam milik Rachel Vennya bukan milik kendaraan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Krisis Energi Eropa akan Memburuk

Jika situasinya tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan, ada potensi krisis ekonomi yang menghancurkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya