Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
POLDA Metro Jaya telah memeriksa Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi terkait kasus sengketa tanah di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat menyebut Rahmat diperiksa pada Senin (8/3) kemarin. Sebelumnya, Rahmat telah dipanggil pada Jumat (5/3) lalu, namun dia tidak bisa hadir.
"Sudah (diperiksa) sejak Senin sore sampai malam," ujar Tubagus saat dikonfirmasi, Selasa (9/3).
Tubagus menjelaskan Rahmat diperiksa sebagai saksi. Kedatangannya juga untuk memberikan klarifikasi terkait kasus sengketa tanah di Bekasi. "Dia sebagai saksi. Kita baru klarifikasi saja," imbuhnya.
Baca juga: Menteri ATR: Mafia Tanah Pakai Buzzer untuk Lawan Pemerintah
Akan tetapi, Tubagus enggan merinci kasus sengketa tanah yang menyeret nama Wali Kota Bekasi tersebut. Kepolisian dikatakannya masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan status kasus tersebut.
Sebelumnya, Rahmat Effendi dikabarkan terkait sengketa lahan DPD Partai Golkar Kota Bekasi di Jalan Ahmad Yanil. Lahan itu sempat diiklankan dalam situs untuk dijual atau disewakan secara daring.
Baca juga: Wali Kota Bekasi Tepis Ultahnya di Puncak Langgar Prokes
"Disewakan atau dijual. Bangunan pinggir Jalan Raya Ahmad Yani Bekasi. Langka, jarang ada karena sudah penuh. Jalan sangat lebar. Selangkah ke pintu Tol Bekasi Barat. Dekat Bekasi Cyber Park, Metropolitan Mall, Apartemen Centre Point dan RS Mitra Keluarga. Pusat Kota Bekasi. Dekat Summarecon Bekasi. Disewakan Rp1 miliar per tahun atau dijual Rp46 miliar, nego," bunyi iklan tersebut.
Rahmat yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi, sempat menjelaskan duduk perkara kantor tersebut hingga masuk ke situs jual beli daring. Dia mengklaim kantor itu sudah dibeli oleh Andi Salim, setelah adanya pemekaran kepengurusan DPD Golkar Bekasi.(OL-11)
SUBDIT Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus pencurian uang hasil jualan milik pedagang nasi uduk Atnah, 65, di wilayah Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat.
POLRES Metro Bekasi menggerebek sebuah rumah kontrakan tempat penyimpanan ribuan butir obat keras daftar G jenis tramadol sekaligus meringkus satu orang pelaku.
PEMERINTAH Kabupaten Bekasi berkomitmen menyelamatkan sejumlah aset yang berada di wilayah Kota Bekasi sebagai upaya mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).
Cari lokasi penukaran uang baru di Bekasi? Cek jadwal SERAMBI 2026, titik kas keliling PINTAR BI, syarat KTP, dan batas maksimal penukaran Rp5,3 juta.
KEPOLISIAN Resor Metropolitan Bekasi memastikan tidak akan ada ruang bagi praktik premanisme di pasar baru Sentra Grosir Cikarang (SGC) usai penertiban 500 lebih lapak pedagang pasar tumpah.
SEORANG pengedar narkotika jenis ganja seberat 1,3 kilogram (kg) ditangkap di wilayah Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (19/2).
Mafia peradilan di PN Depok terbongkar lewat OTT KPK yang menyeret pimpinan pengadilan, terkait dugaan suap dan sengketa tanah PT Kraba Digdaya.
Ruwetnya persoalan pertanahan di Bali kembali mencuat seiring bergulirnya kasus dugaan kriminalisasi yang menjerat Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bali I Made Daging.
Ombudsman Republik Indonesia (ORI) menyebut bahwa laporan terkait sengketa tanah Jimbaran telah diselesaikan sesuai mekanisme kelembagaan.
Lurah Sukamaju Baru Nurhadi mengatakan pihak Kelurahan bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas telah memanggil kedua pihak.
KONFLIK sengketa tanah antara Organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya yang diduga menduduki aset milik BMKG.
RUMAH milik aktor Atalarik Syach dieksekusi paksa oleh aparat pada Kamis (15/5). Kenali Kiat Aman Beli Tanah agar Terhindar dari Sengketa
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved