Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH sempat mogok kerja sejak Rabu (20/1), sebagian pedagang sapi di Jabodetabek sudah berakitvitas kembali hari ini, Jumat (22/1). Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) Asnawi.
"Sebagian sudah berjualan. Sudah hampir 50% pedagang beraktivitas lagi," kata Asnawi kepada mediaindonesia.com, Jumat (22/1).
Asnawi memperkirakan seratus lebih pedagang sapi di Jabodetabek akan kembali bekerja mulai hari ini. Dia sendiri mengaku, tempat usahanya bernama Toko Daging Sumber Rejeki yang berada di Pasar Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan sudah beroperasi kembali.
"Pagi ini meatshop saya sudah buka seperti biasa. Teman-teman pedagang juga sebagian sudah berdagang," tutur Asnawi.
Seruan untuk bekerja kembali, ungkapnya, ditujukan untuk semua pedagang sapi yang berada di Jabodetabek. Menurut Asnawi, langkah ini usai mendapat kesepakatan dari pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan asosiasi pedagang melalui Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo) bahwa harga karkas daging sapi tak lebih dari Rp94 ribu.
baca juga: 105 Pedagang Daging Sapi Mogok Dagang
"Kami telah dapat informasi langsung dari Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Syailendra, bahwa harga timbang karkas di RPH/TPH telah disepakati oleh Ketua Gapuspindo tidak lebih dari Rp. 94 ribu per kilogram setara dengan timbang hidup sapi Rp46 ribu sampai Rp47 ribu," kata Asnawi.
Sebelumnya, Asnawi berujar alasan mogok kerja para pedagang karena meningkatnya harga daging sapi dalam dua bulan terakhir yang mencapai kisaran Rp130 ribu per kilogram (kg). (OL-3)
Pemerintah membantah klaim bahwa harga daging kerbau beku di pasaran jauh melampaui harga acuan pembelian (HAP) konsumen sebesar Rp80.000 per kilogram.
Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging Indonesia (Jappdi) meminta pemerintah tidak hanya mengawasi perdagangan daging sapi, tetapi juga daging kerbau impor yang beredar di pasar.
Harga daging sapi di sejumlah pasar di Jakarta Selatan dilaporkan relatif stabil menjelang perayaan Tahun Baru Imlek.
Menjelang bulan Ramadhan, harga daging sapi di pasar mengalami kenaikan. Lonjakan harga terjadi setelah para pedagang menghentikan aksi mogok dagang selama tiga hari pada akhir Januari lalu.
Perumda Dharma Jaya memprediksi harga daging sapi akan mengalami kenaikan sekitar 7% hingga 15% di periode Ramadan dan Lebaran 2026.
Pelaku usaha pemotongan daging sapi di RPH Jatimulya Bekasi menegaskan komitmennya untuk menjaga harga tetap stabil menjelang Ramadan hingga Idul Fitri 2026.
Pemerintah telah menetapkan koridor harga daging sapi di tingkat konsumen dalam rentang Rp105.000 hingga Rp140.000 per kg.
Harga daging sapi beku kini rata-rata berada di atas Rp110.000 per kilogram, melonjak signifikan dari harga normal yang berkisar Rp80.000 hingga Rp90.000 per kilogram.
Dalam pola makan seimbang, daging berperan penting untuk pertumbuhan, kekuatan otot, dan daya tahan tubuh. Namun, konsumsinya tetap perlu dibatasi dan diolah dengan cara sehat
Perumda Dharma Jaya memastikan bahwa stok daging untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 sudah aman.
Pergub Nomor 36 tahun 2025 merupakan perubahan atas Peraturan Gubernur nomor 1999 tahun 2016 tentang Pengendalian Hewan Penular Rabies.
Dengan langkah penyimpanan yang tepat, sisa daging tetap lezat, aman, dan siap disantap keesokan harinya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved