Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
Perumda Dharma Jaya memprediksi harga daging sapi akan mengalami kenaikan sekitar 7% hingga 15% di periode Ramadan dan Lebaran 2026. Kenaikan harga tersebut diperkirakan terjadi seiring meningkatnya permintaan masyarakat pada momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Kepala Divisi Perencanaan Korporasi dan Transformasi Perumda Dharma Jaya, Afan Wahyu, menyebutkan harga daging sapi pada bulan Ramadhan diperkirakan berada di kisaran Rp143.000 hingga Rp146.000 per kilogram, khususnya untuk daging sapi bagian paha belakang.
“Perkiraan harga daging sapi saat Ramadan berada di rentang Rp143.000 sampai Rp146.000 per kilogram. Ini menjadi patokan untuk daging sapi paha belakang,” kata Afan dalam acara kesiapan stok protein hewani di Jakarta, Kamis.
Afan menjelaskan, lonjakan harga biasanya mencapai titik tertinggi saat memasuki periode HBKN. Meski demikian, ia memastikan harga daging sapi yang dijual oleh Dharma Jaya tetap lebih rendah sekitar 2% hingga 30% dibandingkan harga di pasaran atau kompetitor.
Menurutnya, kenaikan harga daging sapi dipicu oleh meningkatnya konsumsi masyarakat, baik di tingkat rumah tangga, pelaku UMKM, maupun kebutuhan untuk kegiatan keagamaan. Permintaan daging sapi menjelang Ramadhan dan Lebaran bahkan dapat meningkat hingga 58%, terutama pada periode H-30 hingga H+7 Lebaran.
Untuk menjaga stabilitas pasokan, Perumda Dharma Jaya mencatat per 11 Februari 2026 telah memiliki stok daging sapi beku sebanyak 1.195 ton. Selain itu, tersedia pula 1.594 ekor sapi hidup yang siap dipotong sesuai kebutuhan pasar.
“Dalam bulan ini juga akan masuk tambahan sekitar 550 ekor sapi. Kami menyiapkan buffer stock sekitar 300 ton per bulan, sehingga stok relatif aman untuk memenuhi kebutuhan hingga tiga bulan ke depan,” ujar Afan.
Ia menambahkan, sekitar 90% pasokan daging sapi di Jakarta berasal dari luar daerah melalui kerja sama antardaerah, BUMD, BUMN, pihak swasta, serta impor. Hal ini mengingat Jakarta bukan merupakan daerah penghasil sapi.
Sebagai informasi, kebutuhan daging sapi di Jakarta mencapai sekitar 73.100 ton per tahun. Sementara itu, konsumsi daging sapi per kapita masyarakat berada di kisaran 2,3 hingga 5 kilogram per tahun. (Ant/E-3)
Daging ayam potong dari Rp37 ribu menjadi Rp40 ribu per kg, telur ayam ras menjadi Rp32 ribu per kg, bawang merah Rp45 ribu per kg, cabai merah menjadi Rp70 ribu per kg.
Berdasarkan pemantauan, harga cabai rawit merah tertinggi tercatat Rp90 ribu per kilogram, dan pada pemantauan terakhir berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram.
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Harga cabai domba mencapai Rp80.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp60.000. Begitu juga cabai tanjung dari Rp30.000 menjadi Rp 45.000.
Harga daging sapi impor beku tercatat naik hingga Rp115.000 per kilogram. Selain itu, harga cabai rawit merah mencapai Rp80.000 per kilogram.
AKSI mogok berjualan pedagang daging sapi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berlanjut hingga Senin (26/1).
PEMERINTAH menetapkan kuota impor daging sapi untuk swasta tahun ini hanya 30.000 ton, turun tajam dari 180.000 ton pada 2025.
PEDAGANG daging sapi di Kabupaten Cianjur melakukan aksi mogok berjualan.
Penaikan harga jelang Ramadan, disebut pedagang, merupakan hal yang lumrah karena beberapa komoditas lainnya pun mengalami hal serupa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved