Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Harga Daging Sapi Diprediksi Naik 15 Persen di Periode Ramadan-Lebaran

Andhika Prasetyo
12/2/2026 11:55
Harga Daging Sapi Diprediksi Naik 15 Persen di Periode Ramadan-Lebaran
ilustrasi(Antara)

Perumda Dharma Jaya memprediksi harga daging sapi akan mengalami kenaikan sekitar 7% hingga 15% di periode Ramadan dan Lebaran 2026. Kenaikan harga tersebut diperkirakan terjadi seiring meningkatnya permintaan masyarakat pada momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Kepala Divisi Perencanaan Korporasi dan Transformasi Perumda Dharma Jaya, Afan Wahyu, menyebutkan harga daging sapi pada bulan Ramadhan diperkirakan berada di kisaran Rp143.000 hingga Rp146.000 per kilogram, khususnya untuk daging sapi bagian paha belakang.

“Perkiraan harga daging sapi saat Ramadan berada di rentang Rp143.000 sampai Rp146.000 per kilogram. Ini menjadi patokan untuk daging sapi paha belakang,” kata Afan dalam acara kesiapan stok protein hewani di Jakarta, Kamis.

Afan menjelaskan, lonjakan harga biasanya mencapai titik tertinggi saat memasuki periode HBKN. Meski demikian, ia memastikan harga daging sapi yang dijual oleh Dharma Jaya tetap lebih rendah sekitar 2% hingga 30% dibandingkan harga di pasaran atau kompetitor.

Menurutnya, kenaikan harga daging sapi dipicu oleh meningkatnya konsumsi masyarakat, baik di tingkat rumah tangga, pelaku UMKM, maupun kebutuhan untuk kegiatan keagamaan. Permintaan daging sapi menjelang Ramadhan dan Lebaran bahkan dapat meningkat hingga 58%, terutama pada periode H-30 hingga H+7 Lebaran.

Untuk menjaga stabilitas pasokan, Perumda Dharma Jaya mencatat per 11 Februari 2026 telah memiliki stok daging sapi beku sebanyak 1.195 ton. Selain itu, tersedia pula 1.594 ekor sapi hidup yang siap dipotong sesuai kebutuhan pasar.

“Dalam bulan ini juga akan masuk tambahan sekitar 550 ekor sapi. Kami menyiapkan buffer stock sekitar 300 ton per bulan, sehingga stok relatif aman untuk memenuhi kebutuhan hingga tiga bulan ke depan,” ujar Afan.

Ia menambahkan, sekitar 90% pasokan daging sapi di Jakarta berasal dari luar daerah melalui kerja sama antardaerah, BUMD, BUMN, pihak swasta, serta impor. Hal ini mengingat Jakarta bukan merupakan daerah penghasil sapi.

Sebagai informasi, kebutuhan daging sapi di Jakarta mencapai sekitar 73.100 ton per tahun. Sementara itu, konsumsi daging sapi per kapita masyarakat berada di kisaran 2,3 hingga 5 kilogram per tahun. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya