Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pangan Nasional (Bapanas) memberikan klarifikasi terkait laporan kenaikan harga daging sapi di sejumlah pasar yang dikabarkan telah melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP).
Pemerintah menegaskan bahwa harga tinggi yang beredar di masyarakat umumnya merujuk pada daging kualitas tertentu yang memang tidak masuk dalam cakupan regulasi harga pemerintah.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menjelaskan bahwa lonjakan harga hingga Rp160.000 per kilogram (kg) yang terjadi di Pasar Kosambi, misalnya, merupakan harga untuk daging sapi kualitas super.
Sementara itu, HAP yang ditetapkan Bapanas hanya menyasar daging sapi kualitas standar.
"Bapak Ibu sekalian, barusan keluar lagi (berita) Kosambi harganya (daging sapi) Rp160.000. Nah mereka sebut naik, walaupun mereka menyebut super. Jadi yang Rp160.000 itu adalah (daging sapi) yang (kualitas) super. Kita tidak atur," ungkap Ketut dalam siaran pers, Jumat (13/3).
Sesuai dengan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024, pemerintah telah menetapkan koridor harga daging sapi di tingkat konsumen dalam rentang Rp105.000 hingga Rp140.000 per kg.
Ketut menekankan pentingnya masyarakat dan Satuan Tugas (Satgas) di daerah untuk membedakan jenis daging yang dipantau.
"Yang pemerintah atur adalah harga daging sapi yang standar, yaitu paha belakang yang masih sedikit ada lemaknya, yang bukan daging polos, itu maksimal harganya Rp140.000. Jadi tolong Satgas Saber di daerah agar dapat ditunjukan ke masyarakat bahwa harga daging sapi yang Rp140.000, itu memang ada," tambah Ketut.
Adapun rincian HAP tersebut meliputi:
Data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga minggu pertama Maret 2026 mencatat adanya kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) daging sapi di 90 kabupaten/kota.
Namun, setelah dilakukan verifikasi lapangan, mayoritas harga di daerah tersebut diklaim masih terkendali.
Dari 90 daerah tersebut, 58 daerah tercatat masih berada di bawah HAP, sementara 32 daerah lainnya berada di atas HAP dan sedang dalam penanganan intensif.
Senada dengan hal tersebut, Satgas Pangan Polri melaporkan adanya tren penurunan jumlah provinsi yang mengalami kenaikan IPH.
Brigjen Polisi Zain Dwi Nugroho mengungkapkan, jumlah provinsi dengan kenaikan harga turun dari 26 provinsi pada akhir Februari menjadi 23 provinsi pada minggu pertama Maret 2026.
Penurunan ini diklaim sebagai dampak dari masifnya pengawasan. Tercatat sejak 5 Februari hingga 11 Maret, Satgas telah melakukan 47.217 kegiatan pemantauan.
Langkah tegas pun diambil, mulai dari penerbitan 705 surat teguran, 1.494 koordinasi pengisian stok, hingga rekomendasi pencabutan izin usaha dan izin edar bagi pelaku usaha yang melanggar ketentuan. (Z-1)
Kenaikan bahan pokok mulai terjadi pada cabai merah, telur, bawang merah, bawang putih, daging ayam, daging sapi dan beras premium.
Pemerintah membantah klaim bahwa harga daging kerbau beku di pasaran jauh melampaui harga acuan pembelian (HAP) konsumen sebesar Rp80.000 per kilogram.
Harga daging sapi beku kini rata-rata berada di atas Rp110.000 per kilogram, melonjak signifikan dari harga normal yang berkisar Rp80.000 hingga Rp90.000 per kilogram.
Tingginya permintaan didorong oleh kebutuhan masyarakat untuk memasak daging sapi sebagai menu berbuka puasa dan sahur.
Kementan mempercepat pengembangan investasi peternakan sapi skala besar di Kalimantan Tengah dengan target populasi mencapai 200 ribu ekor dalam satu kawasan terintegrasi.
MEMASUKI H+2 lebaran 22 Maret 2026 harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional, Tasikmalaya, Jawa Barat turun menjadi Rp160 ribu per kg.
MENJELANG Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, permintaan masyarakat terhadap stok daging sapi cenderung meningkat.
HARGA daging sapi di Kota Sukabumi, Jawa Barat, naik jadi Rp150 ribu per kilogram pada H-4 Idul Fitri 1447 Hijriah, Selasa (17/3).
MENJELANG Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah permintaan daging sapi di Sungailiat Bangka, Provinsi Bangka Belitung, mengalami peningkatan yang signifikan.
Pemerintah membantah klaim bahwa harga daging kerbau beku di pasaran jauh melampaui harga acuan pembelian (HAP) konsumen sebesar Rp80.000 per kilogram.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved