Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
SUKU Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan memonitoring aktivitas perdagangan daging sapi di lima pasar tradsional.
Pihaknya menemukan ada 105 pedagang daging sapi yang melakukan aksi mogok dagang lantaran harga daging sapi yang mengalami kenaikan dari pemerintah.
Kasudin KPKP Jakarta Selatan Hasudungan mengatakan lima pasar yang dimonitoring yaitu Perumda Pasar Kebayoran Lama, Pasar Minggu, Pasar Lenteng Agung, Pasar Lokbin (Pasar Minggu) dan Jagal Ciputat (pasokan ke DKI).
"Total 105 pedagang daging di lima pasar itu melakukan aksi mogok berjualan," jelas Hasudungan, Kamis (21/1) malam.
Baca juga: Kemendag: Stok Daging Sapi Aman, Masyarakat Jangan Khawatir
Untuk memenuhi kebutuhan daging sapi warga, jelas Hasudungan, tim pangan siap melakukan operasi pasar.
"Stok PD Dharma Jaya mencukupi kebutuhan daging beku masyarakat DKI Jakarta," tukasnya.(OL-5)
Banjir dengan ketinggian air hingga 60 cm membuat kolong tersebut tidak dapat dilalui kendaraan.
Meski terjadi kenaikan harga cabai merah kriting, namun Pramono berupaya agar harga bahan pokok tersebut bisa tetap terjaga.
Dalam jangka panjang, paparan terus-menerus dapat memicu penyakit kronis hingga mematikan.
Program SSG merupakan solusi nyata bagi sekolah yang mayoritas siswanya berasal dari keluarga prasejahtera.
Kebijakan yang terlampau restriktif dapat mengganggu ekosistem bisnis yang melibatkan banyak pihak, termasuk sektor UMKM.
Perumda Air Minum PAM JAYA menargetkan pembagian 2.000 toren air gratis sepanjang 2026 bagi warga Jakarta, khususnya pelanggan kategori tertentu, guna mendukung pemerataan akses air bersih.
Selain kendala fisik, pasar tersebut juga kerap dijadikan tempat berkumpulnya gelandangan dan pengemis
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Revitalisasi mesti diarahkan pada konsep pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD).
Kondisi ini tidak hanya merusak estetika pasar, tetapi juga mulai mengancam kesehatan pedagang dan pengunjung.
Holding UMKM Expo 2025 bertema "Ekosistem Bisnis UMKM Kuat, Siap Menjadi Jagoan Ekspor” menjadi wadah yang sangat baik untuk perkembangan UMKM.
Pasokan sering kosong karena tidak adanya panen di sejumlah sentra pertanian akibat intensitas hujan tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved