Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Jawa Tengah masih bertahan tinggi, dengan harga cabai rawit merah mencapai rekor lonjakan hingga Rp90 ribu-Rp100 ribu per kilogram. Kenaikan harga ini memicu kekhawatiran menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Pemantauan Media Indonesia pada Kamis (11/12) menunjukkan kenaikan signifikan tidak hanya terjadi pada cabai, tetapi juga bawang merah (Rp60 ribu-Rp65 ribu/kg), ayam potong (Rp38 ribu-Rp39 ribu/ekor), dan telur ayam ras (Rp29 ribu-Rp30 ribu/kg).
Pedagang di Pasar Grogolan, Pekalongan, Warsih, 38, mengungkapkan bahwa pasokan sering kosong karena tidak adanya panen di sejumlah sentra pertanian akibat intensitas hujan tinggi.
Hal serupa dikeluhkan oleh pedagang lain, yang menyebut pasokan sayuran seperti kol, sawi, dan tomat dari sentra pertanian di Getasan, Sumowono, dan Dieng jauh berkurang, sementara permintaan melonjak jelang Nataru.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, membenarkan bahwa tingginya harga cabai selama dua bulan terakhir disebabkan oleh berkurangnya jumlah produksi di musim penghujan dan gangguan rantai pasok akibat bencana di berbagai daerah.
Untuk menstabilkan harga yang terus meningkat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengambil langkah intervensi dengan menggelar program pangan murah melalui operasi pasar di sejumlah daerah.
"Kita mulai gelar operasi pasar cabai Rabu (10/12) kemarin, di dua lokasi yaitu Pasar Legi, Kota Surakarta dan Pasar Karangayu, Kota Semarang. Hari ini kita lanjutkan ke daerah lain untuk dapat menstabilkan harga," kata Defransisco Dasilva Tavares.
Dalam operasi pasar ini, cabai dijual seharga Rp65 ribu per kilogram, jauh di bawah harga pasaran. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban warga dan menahan lonjakan inflasi kelompok pangan.
Operasi pasar ini merupakan bagian dari komitmen bersama champion lokal “Petarung Sejati” yang menyediakan stok cabai sebesar 18 persen dari produksi untuk stabilisasi pasokan pada periode Oktober–Desember 2025.
Selain itu, Deputi Direktur KPW Bank Indonesia Jawa Tengah, Wahyu Dewanti, menambahkan bahwa upaya stabilisasi diperkuat dengan pengembangan kawasan cabai seluas 300 hektar di berbagai kabupaten/kota. Penanaman di periode Juni–Juli 2025 diproyeksikan panen pada bulan-bulan defisit (Oktober–Desember) untuk memastikan ketersediaan pasokan. (AS/P-5)
Gubernur Bangka Belitung. Hidayat Arsani mengatakan, cabai merupakan salah satu pangan yang menyumbang inflasi di Babel.
Harga cabai rawit dan telur di Pasar Gedhe Klaten turun hari ini 13 Januari 2026. Cek daftar lengkap harga sembako terbaru jelang Ramadan.
Harga bahan kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kembali normal sementara, pasokan maupun stok aman dan lancar menjelang Ramadan.
Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Gedhe Klaten, Jawa Tengah, terpantau mulai stabil dan cenderung menurun, paling signifikan terjadi pada komoditas cabai dan telur ayam.
Kebutuhan cabai besar di Kepri mencapai 12.074 ton per tahun. Namun, produksi lokal saat ini baru berada di angka 4.508 ton.
Telur ayam dijual Rp22 ribu per kg, sementara harga di pasaran Rp28 ribu per kg. Gula pasir dijual Rp14.500 per kg, lebih murah dibanding harga pasar Rp17 ribu per kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved