Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYEBARAN covid-19 di wilayah DKI Jakarta melaju cepat. Tecermin dari jumlah kasus positif di Ibu Kota yang lebih dari 47 ribu orang.
Dari total kasus covid-19 tersebut, sekitar 9,2% penderita adalah anak-anak berusia 0-9 tahun. Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria pun menyatakan keprihatinannya.
Dia pun meminta warga DKI, terutama orang tua, semakin waspada terhadap penularan covid-19. "Kemarin (7/9), saya buka situs corona.jakarta.go.id untuk mengecek berapa anak yang positif covid-19. Sebanyak 4.397 kasus di Jakarta adalah anak usia 0-19 tahun,” ujar Ariza, sapaan akrabnya, dalam akun Instagram resmi, Selasa (8/9).
Baca juga: Covid-19 di Jakarta Tinggi, Anies Klaim Masih Aman Terkendali
“Ibu, Bapak, yang kami hormati. Ayo kita semakin waspada, jelaskan kepada anak-anak kita. Mengapa harus pakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan," imbuh Ariza.
Untuk menginformasikan bahaya covid-19 sekaligus cara pencegahan, dia mengimbau orang tua agar lebih kreatif. Misalnya, membuat video kreatif. Ariza juga meminta orang tua disiplin menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker dan cuci tangan.
"Kepada orang tua yang beraktivitas di luar rumah wajib menerapkan 3M. Pastikan sampai rumah langsung mandi, merendam baju agar tidak membawa kuman," pungkasnya.
Untuk orang tua yang memiliki balita, lanjut dia, sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah. Sebab, kasus kematian akibat covid-19 terhadap balita tergolong tinggi.
Baca juga: Positivity Rate DKI Dekati Angka Nasional, DPRD: Tegakkan Aturan
"Data DKI menunjukkan batas usia yang mengkhawatirkan 0-9 tahun. Ciptakan kegiatan bermanfaat, produktif dan menyenangkan dari rumah," tutur Ariza.
Dia mengamini bahwa memakai masker sepanjang hari memang tidak nyaman. Namun, lebih tidak nyaman jika terpapar covid-19 dan harus dirawat di rumah sakit. Ariza pun mengimbau warga agar melakukan gerakan 3R. 3R.
"Mari kita hindari 3 R. Apa itu 3 R? Ruangan sempit, Ramai-Ramai dan Rumpi-Rumpi jarak dekat," tutupnya.(OL-11)
Penggunaan gawai justru memutus kebutuhan stimulasi tersebut karena sifatnya yang searah. Anak cenderung hanya menjadi peniru pasif tanpa memahami makna di balik kata-kata yang didengar.
Jika orangtua melarang anak bermain ponsel namun mereka sendiri sibuk dengan perangkatnya, hal itu akan mengirimkan pesan yang bertentangan bagi anak.
Anak-anak adalah peniru ulung yang belajar dari apa yang mereka lihat sehari-hari.
Perlindungan ruang digital memerlukan langkah komprehensif yang mencakup edukasi publik dan penguatan kapasitas pengguna dalam memahami risiko siber.
Selain AI, gim daring populer seperti Roblox dan Minecraft juga dinilai menghadirkan risiko karena anak-anak sering kali sulit membedakan antara dunia gim dan realitas.
Aktivitas fisik dan sosial tidak hanya efektif mengalihkan perhatian dari layar, tetapi juga mendorong perkembangan interaksi anak dengan lingkungan sekitar.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved