Senin 31 Agustus 2020, 10:55 WIB

Covid-19 di Jakarta Tinggi, Anies Klaim Masih Aman Terkendali

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Covid-19 di Jakarta Tinggi, Anies Klaim Masih Aman Terkendali

AFP
Mural covid-19

 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut penanganan covid-19 di Jakarta masih aman terkendali meskipun tingkat penularannya terus meningkat. Pada Sabtu (29/8) jumlah kasus baru covid-19 Jakarta menyentuh angka 888 kasus. Lalu, angka penularan naik pada Minggu (30/8) sebesar 1.114 kasus baru yang timbul bukan hanya dari 'active case finding' puskesmas, tetapi juga dari 'active case finding' di RS dan klinik.

Dalam webinar bertajuk 'Tantangan Perubahan Prilaku Menuju Adaptasi Kebiasaan Baru' pada Senin (31/8), Anies menyebut kasus covid-19 di Jakarta terlihat meningkat karena adanya peningkatan kapasitas tes covid-19 yang terus dilakukan.

"Kapasitas testing seluruhnya ditingkatkan. Kapasitas testing kita sudah 10 kali lipat yang diharuskan WHO. Kegiatan testing-nya bervariasi, 4-5 kali lipat yang diharuskan WHO," kata Anies.

Anies menyebut kapasitas pemeriksaan covid-19 Jakarta berkontribusi sebesar 43% terhadap kapasitas testing di Indonesia ada di Jakarta. Konsekuensi peningkatan kapasitas itu akhirnya adalah angka positifnya akan bertambah. Tapi dengan cara itu menurutnya, Pemprov DKI dapat mengetahui kondisi faktual penularan covid-19 yang ada di lapangan.

"Ujung dari itu semua adalah merawat atau mengisolasi lalu pasiennya sembuh atau meninggal dunia," ungkap Anies.

Baca juga: Kejenuhan Tenaga Medis Covid-19 Berpengaruh pada Layanan RS

Di sisi lain, ia menilai jumlah kematian di Jakarta juga menurun dibandingkan rata-rata nasional. Persentase kematian Jakarta saat ini berada di angka 3%. Angka ini di bawah rata-rata kematian dunia yakni 4,3% dan di bawah rata-rata angka kematian nasional, yakni 4,3%.

Di samping itu, Anies mengatakan angka jumlah pasien covid-19 yang dirawat dan isolasi diklaim menurun. Dengan kasus aktif yang bisa terus dikurangi, testing yang terus dilakukan, dan kematian yang rendah ini menandakan bahwa keadaan wabah covid-19 di Jakarta masih bisa ditangani.

"Ini menggambarkan testing tinggi bisa mendeteksi kasus, sehingga mereka yang punya penyakit bawaan bisa mendapat isolasi dini bisa dirawat bila memerlukan perawatan. Jadi, meski kasus baru naik, tapi bila jumlah kasus aktifnya menurun dan bila kematian menurun artinya penanganan terkendali. Ini belum selesai. Kita masih punya PR, sampai betul-betul zero active case," jelasnya. (OL-14)

 

Baca Juga

Antara/Aprilio Akbar

Cari Tau Cara Atasi Banjir, Pansus DPRD Belajar dari Surabaya

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 00:16 WIB
Sebelumnya, Pansus Banjir juga sudah ke Pekalongan dan Semarang untuk mempelajari hal yang...
MI/USMAN ISKANDAR

Pemprov DKI Tambah Pompa untuk Antisipasi Banjir

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 21:26 WIB
Hal itu dipastikan dari pengajuan anggaran Dinas SDA DKI pada rancangan APBD Perubahan 2020 yang saat ini sedang dibahas oleh DPRD DKI...
Dok MI

Pemkot Depok Gelar Rapat Simulasi Suntik Vaksin Covid-19

👤Kisar Rajagukguk 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 21:20 WIB
Menurut Dedi, sasaran warga yang akan divaksin sebanyak 60%. Hanya saja di tahap awal baru 20% saja vaksin yang akan didistribusikan ke...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya