Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Orangtua Jadi Kunci Efektivitas Pembatasan Gawai pada Anak

Basuki Eka Purnama
01/4/2026 07:48
Orangtua Jadi Kunci Efektivitas Pembatasan Gawai pada Anak
Ilustrasi(Freepik)

PSIKOLOG anak, Prof. Dr. Rose Mini Adi Prianto, M.Psi., menekankan pentingnya peran aktif orangtua sebagai teladan dalam membatasi penggunaan gawai (gadget) di lingkungan keluarga. Menurutnya, aturan pembatasan akses digital bagi anak tidak akan berjalan efektif tanpa contoh nyata dari orang tua.

Keteladanan adalah Kunci

Prof. Rose Mini menjelaskan bahwa anak-anak adalah pembelajar visual yang meniru perilaku harian orang tua mereka. 

Jika orangtua melarang anak bermain ponsel namun mereka sendiri sibuk dengan perangkatnya, hal itu akan mengirimkan pesan yang bertentangan bagi anak.

"Orangtua adalah contoh bagi anak. Jangan minta anak tidak banyak menggunakan gadget kalau orangtuanya sendiri tidak bisa lepas dari handphone," ujarnya, dikutip Rabu (1/4).

Lebih lanjut, ia memperingatkan bahwa penggunaan gawai yang berlebihan oleh orangtua saat berada di rumah dapat menciptakan jarak komunikasi. Anak-anak akan merasa tidak memiliki akses untuk berinteraksi, yang kemudian mendorong mereka untuk kembali pelarian ke dunia digital.

Pentingnya Aktivitas Alternatif

Penerapan regulasi atau pembatasan akses ke platform digital, seperti media sosial dan gim, memerlukan kontrol diri dari sisi orangtua. 

Prof Rose menyebutkan bahwa pembatasan tanpa adanya pilihan aktivitas lain justru akan memicu kebingungan atau perlawanan dari anak.

Untuk itu, ia menyarankan orang tua agar lebih kreatif dalam menghadirkan alternatif kegiatan yang menarik di rumah, seperti:

  • Berolahraga bersama.
  • Mengerjakan proyek hobi sederhana.
  • Membangun komunikasi dua arah yang intens.

Pendampingan dan Konsistensi

Meski regulasi pemerintah atau aturan platform dapat membantu, peran bimbingan langsung dari keluarga tetap menjadi faktor utama. Konsistensi orang tua dalam menerapkan aturan sangat diperlukan untuk mencegah dampak buruk gawai terhadap kesehatan fisik dan mental anak.

"Regulasi itu membantu orang tua. Tapi yang membimbing tetap orangtua. Mereka harus kreatif dan konsisten," pungkasnya. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya