Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

Orangtua Harus Jadi Cermin dalam Batasi Penggunaan Gawai Anak

Basuki Eka Purnama
31/3/2026 07:14
Orangtua Harus Jadi Cermin dalam Batasi Penggunaan Gawai Anak
Ilustrasi(Freepik)

PAKAR psikologi anak, Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi., menekankan bahwa peran aktif orangtua adalah kunci keberhasilan dalam membatasi akses anak terhadap perangkat digital. 

Menurutnya, aturan pembatasan tidak akan berjalan efektif jika orangtua tidak memberikan contoh nyata di rumah.

Pentingnya Keteladanan

Prof. Rose Mini menjelaskan bahwa anak-anak adalah peniru ulung yang belajar dari apa yang mereka lihat sehari-hari. Konflik pesan akan terjadi jika orang tua melarang anak bermain ponsel, namun mereka sendiri tidak bisa lepas dari gawai.

"Orangtua adalah contoh bagi anak. Jangan minta anak tidak banyak menggunakan gadget kalau orangtuanya sendiri tidak bisa lepas dari handphone," ujarnya, dikutip Selasa (31/3).

Dampak Pengabaian Interaksi

Lebih lanjut, ia memperingatkan bahwa penggunaan ponsel yang berlebihan oleh orangtua saat berada di rumah dapat menutup ruang komunikasi dengan anak. 

Kondisi ini membuat anak merasa tidak memiliki akses untuk berinteraksi, yang akhirnya mendorong mereka kembali pelarian ke dunia digital.

"Ketika orangtua di rumah tapi waktunya diambil oleh *handphone*, kapan waktu untuk anak?" tuturnya.

Strategi Pendampingan dan Alternatif Kegiatan

Agar pembatasan akses digital tidak memicu perlawanan atau kebingungan pada anak, Prof. Rose Mini menyarankan orang tua untuk lebih kreatif dalam menghadirkan alternatif kegiatan. Tanpa adanya aktivitas pengganti, anak akan sulit menyesuaikan diri.

Beberapa langkah yang disarankan antara lain:

  • Mengontrol diri: Orangtua harus disiplin membatasi penggunaan gawai pribadi.
  • Aktivitas Bersama: Mengajak anak berolahraga atau mengerjakan proyek sederhana bersama.
  • Membangun Komunikasi: Menjadikan momen bebas gawai sebagai sarana mempererat hubungan.

Konsistensi adalah Kunci

Meskipun regulasi atau aturan pembatasan platform digital tersedia untuk membantu, tanggung jawab utama dalam membimbing anak tetap berada di tangan orangtua. Peran aktif ini sangat krusial untuk mencegah dampak buruk gawai terhadap kesehatan fisik dan mental anak.

"Regulasi itu membantu orangtua. Tapi yang membimbing tetap orang tua. Mereka harus kreatif dan konsisten," pungkasnya. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya