Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Satpol PP DKI Jakarta Arifin menduga ada pengenduran kedisiplinan warga dalam melakukan protokol kesehatan selama masa PSBB Transisi. Hal inilah yang menyebabkan jumlah pelanggaran PSBB terus meningkat.
Hal itu terbukti dari hasil penindakan selama masa PSBB Transisi sejak 5 Juni hingga 19 Juli yakni lebih dari 28 ribu warga melanggar tidak memakai masker.
"Saat ini kita rasakan mulai terjadi penurunan disiplin kepatuhan masyarakat untuk menggunakan masker," kata Arifin di Balai Kota, Senin (20/7).
Ia mempertimbangkan untuk mengevaluasi sanksi kerja sosial yang diberikan kepada warga. Hal itu dilakukan agar sanksi kerja sosial yang diterapkan saat ini bisa memberikan efek jera.
"Memang berkaitan kerja sosial ini, kalau melihat dari data, sangat banyak warga yang terkena sanksi kerja sosial. Nanti kita akan evaluasi apakah sanksi kerja sosial ini terlalu ringan. Terlalu gampang. Sehingga tidak menimbulkan efek jera," ujar Mantan Wakil Wali Kota Jakarta Selatan itu.
Baca juga: Presiden: Tanpa Sanksi Masyarakat tak Sadar Protokol Kesehatan
Arifin menjelaskan, sanksi kerja sosial yang biasanya diberikan yakni menyapu jalan dan trotoar selama 1-2 jam di lokasi di sekitar pelanggaran terjadi. Menurutnya, salah satu kendala menerapkan sanksi kerja sosial seperti menyapu jalan adalah karena lingkungan di Jakarta umumnya sudah bersih karena masifnya Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) tingkat kelurahan bekerja.
"Iya karena lingkungan umumnya sudah bersih. Jadi kadang menyapu biasa-biasa saja, sebentar ya sudah bersih," imbuhnya.
Ia memandang dibutuhkan peningkatan dan pemetaan lokasi bagi sanksi kerja sosial lainnya agar bisa menimbulkan efek jera semisal bukan hanya menyapu jalan tetapi bisa dengan membersihkan saluran air.
"Maka saya katakan bahwa ketika kita akan memberlakukan kerja sosial kita harus menyiapkan tempat yang akan jadi arena untuk dibersihkan, itu sudah ditentukan, yang memang betul-betul harus dibersihkan. Jadi kita arahkan ke sana. Kalau memang saluran ya saluran, membersihkan, tarik lumpur-lumpurnya," tukasnya.(OL-5)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Hilangnya nyawa dalam insiden terbaru ini adalah bukti nyata bahwa pendekatan persuasif tanpa ketegasan hukum tidak memberikan efek jera bagi para pelaku.
Sepanjang 2025, pihaknya menerima sebanyak 47 pengaduan yang melibatkan 49 pegawai.
Lonjakan volume sampah selama masa libur akhir tahun bukan sekadar fenomena musiman, melainkan menjadi ujian nyata bagi sistem tata kelola sampah di daerah.
Pemeriksaan intensif terkait Sertifikat Laik Fungsi (SLF) ini dilakukan sebagai respons cepat pemerintah usai tragedi kebakaran di Gedung Terra Drone yang menelan 22 korban jiwa.
Ketegasan sikap kepolisian dalam kasus ini dapat memberikan efek jera terhadap seluruh anggota agar tidak lagi melakukan kekerasan maupun tindakan main hakim sendiri.
Tindakan tersebut tidak pantas secara etika maupun kemanusiaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved