Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
POLITIKUS PDIP yang juga anggota DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah menyebut rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang hendak memperbarui sistem e-budgeting sebagai pengalihan isu.
Ima menegaskan sikap Anies yang menyalahkan sistem atas munculnya anggaran tidak wajar kurang tepat.
Menurutnya, dibanding memperbarui sistem teknologi e-budgeting, lebih baik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuat pembinaan dan pengawasan yang lebih ketat kepada SKPD dalam hal pengusulan anggaran.
"Kenapa baru sekarang mau diperbarui? Pak Anies kan sudah dua tahun jadi gubernur dan menggunakan sistem ini. Selama dua tahun itu dia berbuat apa. Menurut saya dia berkata begitu karena baru ramai-ramai anggaran seperti sekarang. Ini bentuk pengalihan isu saja," ungkap Ima saat dihubungi Media Indonesia, Senin (4/11).
Baca juga: Pemprov DKI Kucurkan Rp1,1 Triliun untuk Revitalisasi Trotoar
E-budgeting menurutnya sudah cukup baik untuk mempermudah pengawasan. Hal ini dibuktikan dengan terbitnya aturan Permendagri No 70 tahun 2019 tentang Sistem Informasi Perencanaan Keuangan Daerah yang mengatur agar e-budgeting bisa digunakan di semua daerah.
"Pak Jokowi sendiri menginginkan e-budgeting itu ada di tiap daerah dan dibuka transparan. Pak Anies justru sebaliknya menutup akses KUAPPAS 2020 untuk publik. Jadi ini masalahnya bukan pada sistem tapi pada transparansinya," tuturnya.
Sebagai bentuk fokus pada pengawasan penganggaran DKI, Anies pun seharusnya dapat menyisihkan waktunya guna menyisir anggaran dalam Kebijakan Umum APBD dan Plafon Prioritas APBD Sementara (KUAPPAS) 2020 sebelum dokumen tersebut dikirimkan ke DPRD DKI pada Juli lalu.
Anies harus fokus terutama karena saat ini ia hanya seorang diri tanpa didampingi oleh wakil gubernur.
"Pak Anies harus fokus. Apalagi kali ini dia sendirian saja. Kurangi acara-acara seremonial," ungkap politikus muda yang duduk di Komisi E itu.
Munculnya anggaran tidak wajar dalam KUAPPAS 2020 pun membuat Ima mempertanyakan kinerja Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUP). TGUPP seharusnya juga berperan untuk membantu gubernur mencegah pemborosan anggaran dengan turut menyisir anggaran.
"Namun kita lihat masih ada anggaran yang lolos. TGUPP ini perannya apa," tandasnya.(OL-4)
Anggota DPR RI Rio Alexander Jeremia Dondokambey, mengingatkan pemerintah agar setiap anggaran negara dikelola secara transparan, akuntabel, dan melalui pembahasan bersama DPR.
apresiasi keberhasilan Presiden Prabowo Subianto dalam menyelamatkan anggaran negara sebesar Rp300 triliun dari potensi penyelewengan
Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir, menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pada lembaganya tidak akan menghambat kinerja anggota parlemen dalam melayani masyarakat.
BADAN Legislasi (Baleg) DPR RI merekomendasikan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) dijadikan lembaga ad hoc
Seharusnya Prabowo berkaca pada kabinet pemerintahan Joko Widodo yang porsinya sudah cukup besar dan sebenarnya bisa dilebur menjadi lembaga atau badan.
Hal itu menjadi potret dari ketidakpekaan Presiden Joko Widodo di akhir masa jabatannya.
Gelombang pertama dilaksanakan hari ini, yang diberikan kepada 774 peserta didik dengan nilai bantuan sebesar Rp3,6 miliar dari total bantuan pemutihan ijazah Tahap IV senilai Rp7,6 miliar.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan bahwa relokasi pedagang di Pasar Burung Barito, Jakarta Selatan, akan tetap berjalan sesuai jadwal.
Pramono sudah menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah menyiapkan relokasi untuk para pedagang tersebut.
Pramono Anung menyebutkan peluncuran jersei baru tim sepak bola Persija bukan hanya pengenalan kostum baru, tetapi simbol semangat untuk menghadapi musim kompetisi 2025/2026.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen memberikan kesempatan dan wadah kepada para pedagang kecil untuk naik kelas.
Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan digitalisasi dalam transaksi keuangan bisa mengurangi copet dan aksi premanisme di masyarakat termasuk di pasar-pasar.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved