Senin 04 November 2019, 16:27 WIB

Pemprov DKI Kucurkan Rp1,1 Triliun untuk Revitalisasi Trotoar

Selamat Saragih | Megapolitan
Pemprov DKI Kucurkan Rp1,1 Triliun untuk Revitalisasi Trotoar

MI/ Adi Ibrahim
Revitalisasi trotoar di kawassan Cikini, Jakarta Pusat.

 

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,1 triliun untuk menata trotoar sepanjang 103,74 kilometer (km) di lima wilayah DKI Jakarta.

Pembangunan trotoar itu khusus bagi para pejalan kaki. Angka itu tertuang dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) DKI Jakarta tahun 2020.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan, anggaran sebesar itu cukup tinggi karena semua trotoar yang akan ditata tersebut harus diintegrasikan ke transportasi publik.

“Jadi penataan trotoar yang kita lakukan sekarang dan ke depan adalah bagaimana menjadikan trotoar ini sebagai akses warga Jakarta dapat menjangkau transportasi publik. Seperti MRT, LRT dan BRT,” kata Hari Nugroho, di Jakarta, Senin (4/11).

Hari menambahkan, usulan tersebut sempat dibahas dalam rapat bersama DPRD DKI Komisi D pada pertemuan perdana mereka membahas rancangan (KUA-PPAS), Rabu (30/10).

Terdapat enam skala prioritas dalam penataan trotoar pada tahun 2020 yaitu kawasan sekitar terminal bus, kawasan sekitar stasiun kereta api seperti MRT, LRT dan KRL serta kawasan sekitar halte Transjakarta.

Kemudian, jelasnya, kawasan komersial dan perkantoran, kawasan destinasi wisata dan kawasan pemukiman menuju transportasi umum.

“Kita petakan roadmapnya, lalu kita membangun. Artinya, pada saat 2018-2020 kita sudah mempunyai konsep desain membangun trotoar. Dan harus skala prioritas yang akan kita bantu,” ujar Hari Nugroho.

 

Baca juga: Anies Tidak Perlu Malu Akui Salah Susun Rancangan APBD

 

 

Contoh, lanjutnya, pada tahun 2020, kita akan bangun penataan trotoar di Stasiun MRT Lebakbulus, Cipete dan lanjut hingga ke Stasiun Kota.

Selain itu, tambahnya, juga akan dibangun trotoar di Jl MT Haryono, karena nanti di kawasan ini ada Stasiun LRT Cawang.

Menyusul akan dilakukan lagi penataan trotoar di kawasan Jl Gatot Subroto, Jl HR Rasuna Said, kawasan Kuningan, tepatnya di GOR Soemantri Brodjonegoro. Selanjutnya di Jl Pemuda, karena ada Stasiun LRT, kawasan Tebet, Grogol dan di Jakarta Utara karena ada Stasiun Jakarta Kota.

“Artinya mengintegrasikan. Pejalan kaki dimudahkan dalam menuju ke transportasi umum. Jadi trotoar tadi mengintegrasikan MRT, LRT, BRT maupun KRL. Jadi selain kita bangun di arterinya, kita juga akan bangun trotoar di jalan konektornya. Dan akan mengombinasikannya dengan jalur sepeda,” jelas Hari Nugroho.

Dia mengungkapkan, rencana penataan trotoar 2020 sudah melampui target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI tahun 2017-2022 yakni Dinas Bina Marga DKI diamanatkan melakukan penataan trotoar sepanjang 60 km selama lima tahun.

“Ini sudah melampui target dari RPJMD. Maka ke depan kita mau naikkan target. Tidak lagi sepanjang 60 km per tahun, tetapi 100 km per tahun,” ujar Hari Nugroho. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More