Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

5 Gangguan Metabolisme yang Dapat Terjadi di Usia Muda

Asha Bening Rembulan
29/3/2026 22:46
5 Gangguan Metabolisme yang Dapat Terjadi di Usia Muda
Ilustrasi(Freepik.com)

METABOLISME mengacu pada keseluruhan reaksi yang terjadi di seluruh tubuh di dalam setiap sel yang bertujuan untuk menyediakan energi bagi tubuh. Energi ini digunakan untuk proses vital dan sintesis materi organik baru.

Gangguan metabolisme terjadi ketika reaksi kimia abnormal dalam tubuh mengganggu proses tersebut. Ketika gangguan metabolisme terjadi, tubuh dapat memiliki terlalu banyak zat tertentu atau terlalu sedikit zat lain yang dibutuhkan agar tetap sehat. 

Meskipun gangguan metabolisme kerap terjadi pada usia lanjut, tetapi masalah metabolisme juga dapat terjadi di usia muda. Terdapat berbagai kelompok gangguan yang dapat memengaruhi asam amino, karbohidrat, hingga proses penghasilan energi. Gangguan metabolisme ini juga dapat terjadi ketika beberapa organ tubuh berfungsi tidak normal.

Berikut adalah masalah metabolisme yang dapat terjadi di usia muda:

  1. Obesitas

    Obesitas menjadi salah satu gangguan metabolisme yang dihadapi oleh ratusan juta anak dan remaja di seluruh dunia. Obesitas di usia muda merupakan kondisi kesehatan serius yang melibatkan kelebihan lemak tubuh sejak dini. 

    Kondisi tubuh ini selain menyebabkan gangguan proses metabolisme tubuh juga dapat menyebabkan timbulnya penyakit lain, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi. Umumnya, obesitas dapat terjadi karena pola makan tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik.

    Anda dapat memeriksa kelebihan berat badan atau obesitas melalui pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) yang didasarkan pada berat dan tinggi badan. Selain itu, World Health Organizations (WHO) juga telah menetapkan lingkar pinggang ideal, bagi laki-laki lingkar pinggang lebih dari 94 cm meningkatkan risiko metabolik dan untuk perempuan lingkar pinggang lebih dari 80 cm turut berisiko pada metabolisme.

  2. Diabetes tipe 1 

    Diabetes tipe 1 merupakan bentuk diabetes yang paling umum terjadi di usia muda. Jenis diabetes ini terjadi ketika pankreas tidak dapat memproduksi insulin yang cukup bagi tubuh. Pada pengidap diabetes tipe 1, glukosa dalam darah tidak dapat diserap oleh sel-sel tubuh sehingga menyebabkan berbagai gejala dan komplikasi.

    Penyebab dari diabetes tipe 1 beragam, dapat disebabkan oleh faktor genetik, kurangnya vitamin D, faktor usia, serta konsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat. Selain itu, kerusakan sel beta pankreas pada pengidap diabetes tipe 1 dapat disebabkan oleh infeksi virus, konsumsi obat-obatan tertentu, dan pengaruh gluten.

    Umumnya, pengidap diabetes tipe 1 akan sering buang air kecil pada malam hari, sering haus dan lapar, berat badan turun, kelelahan, hingga mudah diserang penyakit infeksi. Gejala penyakit ini dapat terjadi secara tiba-tiba.

  3. Diabetes tipe 2

    Diabetes tipe 2 merupakan penyakit yang membuat kadar gula darah meningkat akibat kelainan pada kemampuan tubuh untuk menggunakan hormon insulin. Pada pengidap penyakit ini, kadar gula darah akan sangat tinggi sebab terjadi resistensi insulin yang mana tubuh tidak dapat menggunakan hormon insulin dengan baik.

    Faktor risiko utama dari diabetes tipe 2 adalah genetik dan obesitas. Namun, konsumsi makanan dan minuman dengan kandungan gula dan karbohidrat simpleks berlebih juga dapat menjadi penyebab diabetes ini. Selain itu, kondisi tekanan darah tinggi atau PCOS juga meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2.

  4. Dislipidemia

    Gangguan metabolisme ini terjadi ketika kadar kolesterol, LDL, HDL, atau trigliserida dalam darah berada di luar batas normal. Jenis dislipidemia yang paling umum terjadi adalah hiperlipidemia, yaitu kadar lemak terlalu tinggi. Di sisi lain, juga terdapat hipolipidemia, yaitu kondisi tubuh dengan kadar lemak terlalu rendah.

    Penyebab dislipidemia dapat terjadi karena penyakit turunan akibat mutasi genetik, kebiasaan merokok atau mengonsumsi alkohol, jarang beraktivitas fisik, serta pola makan tidak sehat. Gangguan metabolisme ini tidak menimbulkan gejala pasti sehingga cara terbaik untuk mengetahuinya adalah dengan menjalani tes darah profil lemak.

  5. Hipertensi

    Hipertensi atau darah tinggi merupakan salah satu kondisi tubuh ketika tekanan darah berada pada angka 130/80 mmHg atau lebih. 

    Tekanan darah tinggi yang terjadi terus menerus menandakan bahwa jantung bekerja lebih keras dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan jantung membesar, merusak pembuluh darah, dan membuat ginjal tidak bekerja dengan baik.

    Penyebab hipertensi bisa bermacam-macam. Biasanya, jenis darah tinggi yang paling sering ditemukan adalah hipertensi primer yang penyebabnya tidak diketahui dengan pasti dan berkembang perlahan bertahun-tahun. Sedangkan, hipertensi sekunder disebabkan oleh berbagai kondisi atau penyakit lain. (H-2)


 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya