Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA mencegah obesitas dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti rutin membaca label gizi pada kemasan pangan dan melakukan aktivitas fisik setiap hari.
Hal ini mendesak dilakukan mengingat data Kementerian Kesehatan menunjukkan 28,7% masyarakat Indonesia masih mengonsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) melebihi batas anjuran.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid., menjelaskan bahwa kelebihan asupan tersebut sering terjadi tanpa disadari. Masyarakat umumnya jarang menghitung total konsumsi harian, terutama dari makanan dan minuman kemasan.
“Kita perlu membiasakan membaca label. Di situ tercantum informasi nilai gizi per sajian, termasuk kandungan gula, garam, dan lemak,” kata Nadia, dikutip Kamis (26/3).
Nadia mengingatkan batas konsumsi maksimal harian untuk orang dewasa adalah:
Selain mencermati angka pada tabel nilai gizi, konsumen juga dapat mencari logo Pilihan Lebih Sehat pada kemasan. Logo ini menandakan produk telah memenuhi kriteria batas kandungan GGL sesuai ketentuan pemerintah, sehingga memudahkan masyarakat dalam memilih opsi yang lebih sehat.
Namun, pengaturan pola makan saja tidak cukup. Nadia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan energi melalui aktivitas fisik.
Dalam momentum Hari Obesitas Sedunia 2026 ini, ia menganjurkan langkah ringan seperti lebih sering berjalan kaki atau menggunakan tangga.
“Obesitas tidak terjadi dalam waktu singkat. Ini akibat pola makan dan gaya hidup dalam jangka panjang. Karena itu, perubahan kecil yang dilakukan konsisten akan lebih efektif,” ujarnya. (Ant/Z-1)
Kemenkes bagikan cara simpel cegah obesitas melalui kebiasaan baca label gizi dan aktivitas fisik rutin untuk tekan risiko diabetes serta penyakit jantung.
Membaca label gizi pada kemasan makanan dan minuman menjadi langkah penting untuk mengontrol asupan gula harian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved