Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Penyakit Jantung dan Stroke Dominasi Penyebab Kematian di AS

Abi Rama
28/3/2026 10:16
Penyakit Jantung dan Stroke Dominasi Penyebab Kematian di AS
Ilustrasi(freepik)

PENYAKIT jantung masih menjadi penyebab kematian nomor satu di Amerika Serikat, bahkan melampaui gabungan kematian akibat kanker dan kecelakaan. Fakta ini terungkap dalam laporan terbaru dari American Heart Association (AHA) bertajuk 2025 Heart Disease and Stroke Statistics Update.

Dalam laporan tersebut disebutkan, penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung dan stroke menyebabkan satu kematian setiap 34 detik di Amerika Serikat, atau sekitar 2.500 kematian per hari. Presiden AHA, Keith Churchwell, menyebut angka ini sebagai kondisi yang mengkhawatirkan karena berpotensi berdampak langsung pada orang-orang terdekat.

“Masih terlalu banyak orang meninggal akibat penyakit jantung dan stroke. Jika digabungkan, keduanya menyebabkan lebih banyak kematian dibandingkan kanker dan kecelakaan,” ujarnya dikutip dari laman newsroom.heath.org.

Dalam data tersebut menunjukkan bahwa pada 2022 terdapat 941.652 kematian akibat penyakit kardiovaskular di Amerika Serikat, meningkat dari 931.578 kasus pada tahun sebelumnya. Meski angka kematian yang disesuaikan berdasarkan usia sedikit menurun, jumlah total kematian tetap tinggi.

Setelah sempat melonjak selama pandemi covid-19, tren kematian akibat penyakit kardiovaskular kini mulai stabil. Namun, kondisi ini belum menunjukkan penurunan signifikan karena berbagai faktor risiko masih terus meningkat.

Faktor Risiko Terus Naik

Laporan tersebut menyoroti sejumlah faktor utama yang memicu penyakit jantung, seperti hipertensi, obesitas, dan diabetes.

Hampir 47% orang dewasa di Amerika Serikat mengalami hipertensi. Selain itu, lebih dari 72% memiliki berat badan tidak sehat, dengan sekitar 42% di antaranya masuk kategori obesitas. Sementara itu, sekitar 57% orang dewasa menderita diabetes tipe 2 atau pradiabetes.

Kondisi ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa. Sekitar 40% anak-anak di AS juga memiliki berat badan tidak sehat, dan 20% di antaranya mengalami obesitas. Secara global, hampir 60% orang dewasa juga menghadapi masalah serupa.

Menurut Latha P. Palaniappan, kelebihan berat badan kini menjadi salah satu ancaman kesehatan terbesar. Bahkan, kondisi ini diperkirakan berkontribusi terhadap sekitar 1.300 kematian tambahan setiap hari di AS dan dapat memangkas harapan hidup hingga 2,4 tahun.

“Dampaknya kini bahkan lebih besar dibandingkan merokok. Kelebihan berat badan bisa disebut sebagai ‘merokok versi baru’ dalam ancaman kesehatan,” ujarnya dikutip dari laman yang sama.

Kesenjangan Antarkelompok

Laporan AHA juga menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam prevalensi faktor risiko berdasarkan jenis kelamin dan ras atau etnis.

Sebagai contoh, tingkat obesitas tertinggi ditemukan pada perempuan kulit hitam sebesar 57,9%, sementara yang terendah pada perempuan Asia sebesar 14,5%. Pada kasus diabetes, pria Hispanik memiliki prevalensi tertinggi, sedangkan perempuan kulit putih terendah. Sementara untuk hipertensi, perempuan kulit hitam kembali mencatat angka tertinggi.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa penyakit jantung tidak berdampak sama pada semua kelompok masyarakat, sehingga diperlukan pendekatan penanganan yang lebih spesifik.

Di tengah berbagai tantangan, terdapat beberapa perkembangan positif. Angka perokok di Amerika Serikat terus menurun, baik pada orang dewasa maupun remaja. Penggunaan rokok elektrik di kalangan pelajar juga menunjukkan tren penurunan.

Selain itu, tingkat kolesterol tinggi juga mulai menurun, didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat serta kemajuan dalam pengobatan.

Pentingnya Pencegahan Dini

Para ahli sepakat bahwa pencegahan menjadi kunci utama untuk menekan angka kematian akibat penyakit jantung. Gaya hidup sehat, seperti menjaga pola makan, rutin berolahraga, serta pemeriksaan kesehatan berkala, dinilai penting untuk mengurangi risiko sejak dini. (AHA/newsroom.heath/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya