Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PERGI berlibur bersama keluarga dan anak-anak tentunya menyenangkan. Namun banyak hal yang perlu dipersiapkan sebelum berangkat.
Bingung apa aja yang perlu dipersiapkan? Simak tips dari artis, model, dan pembawa acara Dian Ayu Lestari.
Menurut Dian, ketika ingin berlibur bersama anak-anak paling penting menentukan ke tempat berlibur. Apakah kawasan yang hendak dikunjungi cocok didatangi anak-anakdan peralatan penting yang perlu dibawa.
Baca juga : Ini Tips Liburan Bersama Anak dari Caca Tengker
"Kalau mau kemanapun aja, terus bawa anak-anak yang pertama kita harus pikirin adalah tempatnya dulu. Kita mau kemana dan liburan mau ngapain. Karena semakin banyak anak dengan rentan usia yang berbeda-beda nanti itu akan ada aja tantangannya. Jadi kita bikin dulu kira-kira mau kemana," jelas Dian Ayu dalam temu Media bersama HKTB, Jakarta, (27/3).
"Setelah itu jangan lupa untuk mempersiapkan peralatan-peralatan yang dibutuhkan, cemilan, dan juga makanan, karena itu semua menjadi hal yang paling utama," tambah Dian.
Istri dari Ananda Omesh ini mengaku selalu memberikan hadiah untuk anak-anaknya dengan mengajak merek berlibur.
Baca juga : 3 Rekomendasi Wisata Murah di Jakarta, Cocok untuk Liburan dengan Keluarga
"Aku pergi berlibur biasanya di Juni saat kenaikan kelas anak-anak, sekalian menjadi reward nih buat anak-anak. Gimana nih nilainya selama setahun ini, kenaikan kelas, dan segala macam," kata Dian.
Dian mengungkapkan suka mengajak anak-anak untuk berwisata alam. Pada tahun baru, ia mengajak anak-anaknya untuk pergi berilibur ke Banyuwangi dan mengeksplorisasi keindahan alam di sana.
"Tahun baruan kemarin kita berlibur ke Banyuwangi dan di Banyuwangi anak-anak tuh merasa happy banget. Kita mengeksplor gunungnya, pantainya, dan safarinya juga," ungkap Dian.
Dengan begitu, Dian merasa anak-anaknya memiliki pengalaman yang berbeda.
"Jadi anak-anak tuh pengalamannya jadi suka beda-beda dan jadi bangga sama Indonesia. Aku supportnya sih gitu, karena dimana teman-temannya mungkin ada yang liburan ke luar negeri. Anak aku hadir dengan cara yang berbeda dan mereka cukup bangga dengan itu," jelas Dian. (Z-3)
Perbedaan paling mencolok dari burnout dan post holiday blues terletak pada dampak emosional dan sikap individu terhadap tanggung jawabnya.
Keterlibatan orangtua sangat krusial dalam membangun kepercayaan diri anak saat harus beradaptasi kembali dengan lingkungan pendidikan usai periode liburan.
Psikolog Virginia Hanny menjelaskan fenomena post holiday blues yang kerap menyerang pekerja dan pelajar usai liburan. Kenali gejalanya dan kapan harus waspada.
SELAMA liburan Natal dan hari tahun baru sebanyak 8,6 juta warga kunjungi Jawa Tengah,
Membeludaknya wisatawan ini di sisi lain memberi dorongan ekonomi yang signifikan sekaligus menghadirkan tekanan baru bagi kehidupan perkotaan.
Al Azhar Memorial Garden mencatat peningkatan kunjungan saat musim liburan. Pemakaman muslim di Karawang Timur ini menawarkan suasana taman asri.
Edukasi seksual ini merupakan langkah preventif utama untuk mencegah penyimpangan seksual pada anak di masa depan.
Gangguan hormon yang tidak ditangani sejak dini dapat menghambat perkembangan organ reproduksi secara optimal.
Proses grooming biasanya dimulai dengan upaya halus untuk menumbuhkan rasa percaya.
Child grooming adalah proses manipulatif ketika pelaku, biasanya orang dewasa, membangun hubungan emosional dengan seorang anak.
Child grooming adalah proses sistematis untuk mempersiapkan anak menjadi korban pelecehan.
Dunia pernikahan menuntut kesiapan mental yang jauh lebih kompleks, seperti kemampuan mengelola konflik dan tanggung jawab rumah tangga yang besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved