Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PUASA adalah waktu di mana tubuh mengalami perubahan dalam kebiasaan makan dan minum. Selama periode ini, seringkali menyebabkan bibir kering dan rentan pecah-pecah.
Kondisi ini dapat menjadi tidak nyaman dan mengganggu, terutama selama bulan puasa yang panjang. Untuk menjaga kesehatan bibir Anda dan tetap merasa nyaman selama berpuasa, berikut adalah beberapa tips sederhana yang dapat Anda terapkan:
1. Konsumsi Cairan Secukupnya: Salah satu penyebab bibir kering adalah dehidrasi. Pastikan Anda minum banyak cairan selama waktu berbuka dan sahur. Air putih adalah pilihan terbaik untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Hindari minuman berkafein atau beralkohol yang dapat menyebabkan dehidrasi.
Baca juga : Tidak Merokok Tapi Bibir Hitam? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
2. Gunakan Pelembap Bibir: Selalu bawa pelembap bibir saat Anda sedang berpuasa. Oleskan pelembap bibir secara teratur, terutama sebelum tidur dan setelah berwudhu. Pilih pelembap bibir yang mengandung bahan alami seperti shea butter atau minyak almond untuk memberikan kelembapan ekstra.
3. Hindari Menggigit atau Mengelupas Kulit Mati: Kebiasaan menggigit atau mengelupas kulit mati pada bibir dapat membuat kondisi bibir semakin buruk. Hal ini bisa membuat bibir menjadi lebih kering dan rentan pecah-pecah. Jika Anda merasa ada kulit mati, gunakan sikat bibir lembut atau lap lembut untuk menghilangkannya dengan lembut.
4. Perhatikan Nutrisi Anda: Konsumsi makanan yang kaya akan nutrisi, terutama vitamin dan mineral yang penting untuk kesehatan kulit. Buah-buahan dan sayuran segar, serta makanan yang kaya akan asam lemak omega-3, seperti ikan salmon, dapat membantu menjaga kelembapan bibir Anda dari dalam.
5. Hindari Paparan Sinar Matahari Langsung: Sinar matahari juga dapat membuat bibir kering dan terbakar. Selama berpuasa, hindari paparan langsung sinar matahari terutama pada siang hari. Jika Anda harus keluar rumah, gunakan lip balm dengan faktor perlindungan matahari (SPF) untuk melindungi bibir Anda dari efek buruk sinar UV.
6. Jaga Kebersihan Mulut: Sikat gigi secara teratur setelah berbuka dan sebelum tidur. Hal ini membantu menghilangkan sisa-sisa makanan yang dapat menyebabkan iritasi pada bibir. Gunakan juga obat kumur yang mengandung bahan antibakteri untuk menjaga kebersihan mulut dan kesehatan bibir. (Z-10)
Sejarah manusia dipenuhi penemuan penting seperti listrik, internet, dan vaksin yang mengubah peradaban. Inovasi ini menjadi fondasi kemajuan teknologi, komunikasi, dan kesehatan global.
Istilah super flu saat ini sedang ramai diperbincangkan seiring meningkatnya kasus influenza.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
MEDIAINDONESIA.COM, 8 Februari 2026, menurunkan berita berjudul ‘Lebih Awal, Arab Saudi Mulai Terbitkan Visa Haji 2026 Hari Ini’.
PENINGKATAN keamanan pangan membutuhkan kebijakan yang tepat demi mewujudkan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang lebih baik di masa depan.
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
Ayat ini menegaskan tujuan utama puasa adalah takwa, yakni kesadaran moral spiritual yang melahirkan kepatuhan, kejujuran, dan tanggung jawab baik dalam kehidupan pribadi maupun sosial.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah menegaskan bahwa pasien dengan gangguan irama jantung pada umumnya tetap dapat menjalankan puasa.
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Spesialis dermatologi dr. Riva Ambardina Pradita menekankan pentingnya hidrasi dan penggunaan pelembap untuk menjaga kelembapan kulit selama puasa Ramadan.
Mengabaikan aktivitas fisik sama sekali selama bulan Ramadan penuh dapat berdampak negatif pada tingkat kebugaran seseorang.
Pengenalan puasa yang dilakukan dengan paksaan berisiko menimbulkan tekanan emosional yang berdampak negatif pada kesehatan mental anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved