Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Sangu Haneut Dibuka di Bandung, Hadirkan Sajian Sunda Kiwari yang Hangat dan Membumi

Sugeng Sumariyadi
29/12/2025 13:13
Sangu Haneut Dibuka di Bandung, Hadirkan Sajian Sunda Kiwari yang Hangat dan Membumi
Sangu Haneut, restoran Sunda yang hadir dengan memadukan elemen alam dengan desain ruang yang hangat dan bersahaja.(MI/SUMARIYADI)

SATU lagi restoran Sunda dibuka di kawasan Bandung Utara yang sejuk dan hijau. Sangu Haneut, restoran dengan cita rasa Sunda klasik, resmi dibuka pada Senin (29/12).

Menghadirkan sajian khas Sunda klasik dan familiar, restoran di Jalan Rancakendal, Coblong, Kota Bandung ini hadir sebagai destinasi kuliner yang tidak hanya menawarkan makanan, tapi juga pengalaman makan yang hangat, sederhana, dan nostalgic.

"Konsep Sangu Haneut berangkat dari nilai Tri Tangtu, filosofi Sunda mengenai keseimbangan hidup yang sederhana namun bermakna," ungkap F & B Holding Manager, Satrio Bayu Hadi.

Nilai ini dimaknai sebagai hubungan selaras antara alam, manusia, dan rasa. Sebagai gagasan yang lahir dari sudut pandang seorang Putra Parahyangan, Sangu Haneut memandang makanan bukan sekadar sajian, melainkan bagian dari keseharian yang dekat, jujur, dan apa adanya.

Dari pemahaman tersebut, tambah dia, Sangu Haneut menghadirkan kenikmatan sederhana yang tumbuh dalam semangat Sunda Kiwari—sebuah tafsir masa kini atas nilai-nilai Sunda yang hidup dan membumi.


Makan sebagai ruang kebersamaan


Sangu Haneut lahir dari kerinduan akan momen kesederhanaan dan kebersamaan di meja makan. Restoran ini ingin menghadirkan kembali rasa hangat yang dulu dirasakan saat makan bersama keluarga—tanpa jarak, tanpa pretensi, dan penuh kedekatan.

Nilai tersebut diwujudkan melalui sajian yang paling akrab di meja makan Sunda: sangu, sambel, dan lalab, yang diolah dengan perhatian pada rasa, proses, serta kebersamaan yang menyertainya.

Menu yang disajikan di Sangu Haneut berfokus pada cita rasa Sunda klasik dengan bahan-bahan pilihan dan proses pengolahan yang menjaga keaslian rasa. Ragam nasi, sambal, dan lauk disusun sebagai menu yang akrab, sehingga dapat mengobati rasa rindu akan sajian Sunda yang sederhana namun kaya akan rasa.

Alih-alih mengejar kompleksitas, Sangu Haneut menempatkan rasa yang jujur dan keseimbangan sebagai inti dari setiap hidangan.


Ruang yang hangat dan membumi


Dari segi suasana, Sangu Haneut memadukan elemen alam dengan desain ruang yang hangat dan bersahaja. Perpaduan ini dihadirkan untuk mendukung pengalaman makan yang tidak sekadar mengenyangkan, tetapi juga menghadirkan rasa nyaman dan kebersamaan.

"Dengan pendekatan tersebut, Sangu Haneut diharapkan menjadi pilihan baru bagi masyarakat yang mencari pengalaman kuliner yang lebih dari sekadar makan—melainkan ruang untuk berbagi dan pulang pada kehangatan," tandas Satrio.

Sangu Haneut adalah restoran Sunda dengan cita rasa klasik yang menghadirkan kuliner keseharian melalui pendekatan rasa, ruang, dan pengalaman yang hangat.

Berakar pada filosofi Tri Tangtu dan semangat Sunda Kiwari, Sangu Haneut berkomitmen menghadirkan kembali makna kebersamaan di meja makan.

Satrio menambahkan, Sangu Haneut memiliki 90-an jenis makanan, terdiri dari 60% makanan yang selalu ada setiap hari dan 40% menu yang bergiliran disajikan.

"Kami menyediakan tiga ruangan untuk makan, yakni di lantai pertama, lantai kedua dan ruangan outdoor. Seluruh ruangan bisa menampung hingga 120-130 pengunjung," lanjutnya.

Untuk harga makanan yang tersedia, dimulai dari harga Rp6.000 hingga Rp170 ribu berupa bakakak ayam kampung.

Sangu Haneut berada di satu kawasan bersama Hompim Play, lokasi rekreasi, permaianan dan edukasi anak. Pengunjung bisa makan siang, sekaligus berekreasi di satu tempat.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner