Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Polda Jabar Selidiki Dugaan Pelanggaran Pemanfaatan Lahan di Lokasi Longsor Cisarua

Media Indonesia
03/2/2026 23:15
Polda Jabar Selidiki Dugaan Pelanggaran Pemanfaatan Lahan di Lokasi Longsor Cisarua
Tim SAR gabungan mencari korban longsor di Cisarua, Bandung Barat.(MI/Depi Gunawan)

KEPOLISIAN Daerah Jawa Barat mendalami dugaan pelanggaran pemanfaatan lahan di wilayah terdampak bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut pascabencana longsor yang terjadi di kawasan tersebut. Polda Jabar telah menjalin koordinasi lintas sektor sejak hari kedua setelah kejadian, sesuai arahan Kapolda Jawa Barat dan Gubernur Jawa Barat.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan menyampaikan bahwa proses koordinasi melibatkan sejumlah instansi terkait, termasuk bidang pertanian dan tim geologi, mengingat lokasi longsor berada di kawasan kaki gunung yang memiliki aturan khusus dalam pemanfaatan lahannya.

"Kami sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk bidang pertanian dan tim geologi, karena lokasi berada di kaki gunung dan perlu kajian terkait batas wilayah yang boleh dan tidak boleh digunakan," ujar Hendra di Bandung, Selasa (3/2).

Menurut Hendra, hingga saat ini masih diperlukan verifikasi langsung di lapangan untuk memastikan sejumlah aspek penting, terutama menyangkut penetapan tapal batas wilayah serta legalitas penggunaan lahan di lokasi bencana.

"Peran pemerintah kelurahan dan kecamatan sangat penting dalam hal legalitas dan penggunaan lahan. Semua itu masih dalam proses pengolahan dan pendalaman," katanya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga menyoroti dugaan alih fungsi lahan yang dinilai berpotensi menjadi penyebab terjadinya longsor di Desa Pasirlangu. Ia meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

"Saya titip wakil gubernur dan bupati terkait alih fungsi lahan mohon segera ditindak," ujar Gibran.

Sementara itu, berdasarkan data sementara hingga Selasa (3/2) pukul 14.00 WIB, tim SAR gabungan telah mengevakuasi total 83 kantong jenazah yang kemudian dikirim ke pos Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi lanjutan.

Dari keseluruhan jumlah tersebut, sebanyak 21 kantong jenazah telah berhasil diidentifikasi oleh tim DVI Polda Jawa Barat. (Ant/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner