Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Warga Terdampak Banjir Pamanukan Mengungsi di Kolong Flyover tanpa Penerangan dan Alas Tidur

Reza Sunarya
27/1/2026 18:18
Warga Terdampak Banjir Pamanukan Mengungsi di Kolong Flyover tanpa Penerangan dan Alas Tidur
Para pengungsi korban banjir Pamanukan yang mengungsi di jembatan layang Pamanukan.(MI/Reza Sunarya)

NASIB memprihatinkan melanda ratusan pengungsi banjir di Pamanukan, Subang, Jawa Barat, yang terpaksa harus mengungsi di kolong jembatan layang (flyover) tanpa alas tidur yang memadai. 

Sebanyak 141 warga Desa Mulyasari yang sedang mengungsi akibat banjir melanda permukiman mereka kurang mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Subang. Para pengungsi di antaranya anak anak dan balita harus tidur bawah kolong jembatan layang tanpa penerangan memadai. Satu-satunya sumber cahaya mereka hanyalah kerlip lampu kendaraan yang melintas sesekali di jembatan atau lampu-lampu penerangan dari pertokoan yang ada di sekitar pertigaan Jalan Pamanukan. 

Kondisi di bawah jembatan layang tersebut jauh dari kata layak. Warga tidur berjejer beralas tikar dan terpal seadanya. 

Ucu, salah satu pengungsi, berkisah rumahnya kini tak bisa ditempati karena terendam air setinggi 50 cm hingga 1 meter. "(Udara) dingin. Karena ini tempat terbuka tidak ada bantuan tenda atau alas untuk tidur yang memadai," kata Ucu, Senin malam (26/1). 

Ucup dan pengungsi lainnya tak punya pilihan lain selain bertahan di sana bersama keluarga. Bantuan makanan memang sudah mulai mengalir, namun kebutuhan mendasar untuk beristirahat masih sangat minim. 

"Kami butuh selimut dan minyak angin untuk menghindari masuk angin karena tidak ada pelindung," ungkap Ucup.

Sejak Senin pagi, Sungai Kalensema tak lagi mampu menampung curahan hujan yang turun tanpa henti. Air meluap, merendam pemukiman warga dengan ketinggian mencapai 1 meter. Dangkalnya sungai dituding menjadi biang keladi mengapa bencana tahunan ini kerap terjadi tapi sayang tidak pernah ada solusi dari pemerintah. (RZ/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner