Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Pemerintah AS Akhiri Peninjauan Berkas Epstein, Namun Tekanan Politik Terus Berlanjut

Thalatie K Yani
05/2/2026 05:33
Pemerintah AS Akhiri Peninjauan Berkas Epstein, Namun Tekanan Politik Terus Berlanjut
Donald Trump(White House)

SETELAH merilis jutaan dokumen terkait penyelidikan perdagangan seks Jeffrey Epstein selama dua bulan terakhir, Departemen Kehakiman AS (DoJ) secara resmi menyatakan proses peninjauan telah berakhir. Meski Presiden Donald Trump mendesak negara untuk segera "melupakan" kasus ini, tekanan dari Kongres dan para korban justru semakin menguat.

Wakil Jaksa Agung AS, Todd Blanche, menegaskan bahwa tidak ada dasar hukum untuk penuntutan baru dari dokumen yang dirilis. "Ada banyak korespondensi, email, dan foto. Namun hal itu tidak serta merta memungkinkan kami untuk menuntut seseorang," ujar Blanche pada hari Minggu.

Kesaksian Clinton dan Sorotan Terhadap Trump

Berbeda dengan sikap pemerintah, DPR AS justru mempercepat penyelidikan mandiri. Mantan Presiden Bill Clinton dan mantan Menlu Hillary Clinton dijadwalkan memberikan kesaksian akhir Februari ini setelah adanya ancaman sanksi penghinaan terhadap Kongres.

Di sisi lain, Presiden Trump menyatakan kepuasannya atas hasil peninjauan tersebut. "Waktunya bagi negara ini untuk beralih ke hal lain. Tidak ada hal buruk yang keluar tentang saya," ujar Trump di Gedung Putih, Selasa lalu.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan dinamika yang berbeda. Nama Trump muncul lebih dari 6.000 kali dalam dokumen tersebut. Meski Trump menekankan hubungan pertemanannya dengan Epstein berakhir pada 2004, sebuah email tahun 2011 dari Epstein kepada Ghislaine Maxwell menyebut Trump sebagai "anjing yang tidak menggonggong" karena namanya tidak pernah disebut oleh para korban saat itu.

Kekecewaan Korban dan Ketidakpastian Dokumen

Langkah DoJ tidak lepas dari kritik tajam. Lisa Phillips, salah satu korban Epstein, menyatakan kekecewaannya kepada BBC. Ia menilai pemerintah masih menyembunyikan dokumen penting dan justru melakukan kesalahan fatal dengan mengungkap identitas beberapa penyintas.

"Banyak dokumen yang masih belum diungkapkan... Departemen Kehakiman merilis nama-nama banyak penyintas, dan itu tidak benar. Kami merasa mereka sedang bermain-main dengan kami," tegas Phillips.

Partai Demokrat juga mempertanyakan apakah seluruh memo konspirator dan laporan asli kepolisian telah dibuka sepenuhnya. Mereka kini menuntut akses ke versi dokumen tanpa sensor (unredacted).

Dampak pada Tokoh Global

Sementara posisi politik Trump tampak stabil di mata pendukungnya, tokoh dunia lainnya menghadapi dampak nyata. Nama-nama besar seperti Bill Gates, Elon Musk, hingga mantan Dubes Inggris Peter Mandelson harus memberikan klarifikasi atas keterkaitan mereka dalam dokumen tersebut.

Meski Gedung Putih bersikeras menutup lembaran ini, kelanjutan investigasi di Capitol Hill dan rencana pemanggilan saksi-saksi kunci memastikan bahwa saga Jeffrey Epstein masih jauh dari kata usai. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik