Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
KETEGANGAN pecah di Oval Office, ketika Presiden Donald Trump terlibat adu mulut sengit dengan koresponden CNN, Kaitlan Collins. Trump melontarkan teguran pribadi terhadap Collins karena dianggap tidak tersenyum saat menanyakan nasib para penyintas pelecehan seksual Jeffrey Epstein.
Insiden ini bermula ketika Collins mempertanyakan transparansi dokumen terbaru Epstein yang dirilis Departemen Kehakiman. Collins menyoroti banyaknya bagian yang disensor (redaksi), termasuk wawancara saksi yang sepenuhnya ditutup tinta hitam, yang membuat para penyintas merasa tidak mendapatkan keadilan.
"Saya pikir ini benar-benar waktunya bagi negara ini untuk beralih ke hal lain, sekarang setelah tidak ada yang terungkap tentang saya," jawab Trump, mencoba mengakhiri diskusi.
Sebelumnya, Collins menunjukkan dokumen tersebut juga mengungkap hubungan dekat Epstein dengan dua sekutu Trump, Elon Musk dan Howard Lutnick. Trump menepis hal tersebut dengan menyatakan tidak membaca email mereka, namun meyakini mereka "baik-baik saja."
Trump kemudian mengklaim adanya "konspirasi" terhadap dirinya, merujuk pada upaya penulis Michael Wolff di tahun 2016 yang pernah meminta Epstein membantu menjatuhkan kampanye Trump. Namun, catatan menunjukkan Epstein tidak pernah menyetujui permintaan tersebut.
Ketegangan memuncak saat Collins kembali mendesak dengan pertanyaan, "Tapi apa yang akan Anda katakan kepada orang-orang yang merasa belum mendapatkan keadilan, Pak Presiden?"
Trump, yang tampak teriritasi, langsung menyerang kredibilitas Collins di depan para anggota legislatif Partai Republik yang hadir. "Anda tahu, Anda adalah reporter terburuk," cetus Trump dengan nada menghina. "Saya rasa saya tidak pernah melihat Anda tersenyum. Saya sudah mengenal Anda selama sepuluh tahun. Saya rasa saya tidak pernah melihat senyuman di wajah Anda."
Collins tetap tenang dan mencoba mengembalikan fokus pembicaraan. "Begini, saya bertanya kepada Anda tentang penyintas pelecehan Jeffrey Epstein, Pak Presiden," ujarnya.
Namun, Trump mengabaikan konteks tersebut dan terus meluapkan kekesalannya. "Anda tahu mengapa Anda tidak tersenyum? Karena Anda tahu Anda tidak mengatakan yang sebenarnya. Dan Anda adalah organisasi yang sangat tidak jujur, dan mereka seharusnya malu pada Anda," tukas Trump merujuk pada CNN.
Meski terjadi konfrontasi verbal yang tajam, pihak Gedung Putih justru menunjukkan dukungan atas tindakan Presiden. Tak lama setelah kejadian, akun media sosial resmi Gedung Putih mengunggah potongan video tersebut dengan narasi yang mengesankan bahwa Trump telah "menghancurkan" argumen Collins.
Interaksi ini menambah daftar panjang perselisihan antara Trump dan Collins. Sebelumnya tahun 2020, Trump pernah meninggalkan konferensi pers secara tiba-tiba setelah Collins menolak membiarkannya mengambil alih pembicaraan dari reporter lain yang bertanya tentang isu sensitif. (The Guardian/Z-2)
Richard Kahn, akuntan Jeffrey Epstein, diperiksa 7 jam oleh DPR AS. Ia klaim tak tahu soal perdagangan seks meski kelola ribuan dokumen keuangan.
Terungkap! PM Keir Starmer diperingatkan soal risiko reputasi Lord Mandelson dan Jeffrey Epstein sebelum penunjukan Dubes AS.
Terungkap peran asisten, pengacara, hingga pilot dalam membantu operasional harian Jeffrey Epstein.
Putri Eugenie resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai pelindung Anti-Slavery International. Keputusan ini muncul di tengah mencuatnya dokumen baru Jeffrey Epstein.
Komite Pengawas DPR AS resmi mengeluarkan somasi (subpoena) terhadap Jaksa Agung Pam Bondi terkait dugaan penutupan informasi dalam skandal Jeffrey Epstein.
Howard Lutnick setuju memberikan kesaksian sukarela terkait skandal Jeffrey Epstein setelah dokumen pengadilan mengungkap kunjungannya ke pulau pribadi sang predator seks.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved