Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan pihaknya tidak membuka secara rinci rencana Washington terkait Iran kepada negara-negara Arab yang tergabung dalam aliansi Negara-negara Teluk.
"Kami tidak bisa memberi tahu rencana kami (kepada negara-negara Arab). Rencananya saat ini adalah (Iran) tengah bicara dengan kami dan kami lihat apakah kami bisa melakukan sesuatu. Jika tidak, kami akan lihat yang akan terjadi," kata Trump dikutip Fox News, Minggu (1/2).
Sebelumnya, Trump mengungkapkan bahwa Amerika Serikat telah mengerahkan armada besar ke kawasan Timur Tengah. Pernyataan itu disampaikannya melalui akun media sosial Truth Social miliknya.
Dia menegaskan, penambahan kekuatan militer tersebut melampaui pengerahan pasukan yang dilakukan Washington sebelum operasi militer AS di Venezuela, yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Trump mengatakan jalur komunikasi dengan Teheran masih berjalan, meski ia mengakui hasil pembicaraan tersebut belum dapat dipastikan.
"Terakhir kali mereka bernegosiasi, kami harus menghancurkan nuklir mereka, itu tidak berhasil," sebut Trump.
"Kemudian kami menghancurkannya dengan cara yang berbeda, dan kita akan lihat apa yang terjadi," lanjutnya.
Pernyataan tersebut merujuk pada serangan Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni tahun lalu.
Trump kembali menegaskan keyakinannya bahwa serangan itu telah melumpuhkan kemampuan nuklir Teheran. (H-2)
Menlu Iran Abbas Araghchi nyatakan siap dialog dengan AS jika setara, namun tegas menolak negosiasi di bawah ancaman militer dan enggan bahas program rudal.
Eskalasi konflik di Timur Tengah meningkat. AS dan Inggris mulai mengevakuasi personel militer dari pangkalan Al-Udeid sebagai langkah antisipasi serangan Iran.
DUNIA tengah menyoroti ketegangan yang kian meruncing antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat.
Donald Trump, Selasa (13/1) mengatakan bahwa AS siap mengambil “tindakan yang sangat keras” jika laporan mengenai rencana Iran untuk mengeksekusi para pengunjuk rasa terbukti benar.
KEDUTAAN Besar (Kedubes) Iran di Jakarta melontarkan kritik tajam terhadap sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu.
Pernyataan itu disampaikan di tengah kekhawatiran meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Korban tewas protes Iran lampaui 5.100 jiwa. AS kirim armada tempur USS Abraham Lincoln saat militer Iran siaga tempur.
Eskalasi ketegangan meningkat. AS keluarkan peringatan perjalanan di Qatar, Inggris tutup kedutaan di Iran, dan ruang udara Iran resmi ditutup sebagian.
PENYERANGAN terhadap Venezuela disertai penculikan terhadap Presiden Nicolas Maduro bersama istrinya untuk diadili di New York, yang melanggar piagam PBB dan hukum internasional
AS serang target ISIS di Suriah sebagai pembalasan atas tewasnya 3 anggota militer. Menhan Pete Hegseth tegaskan komitmen Trump bela rakyat dan keamanan AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved