Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Eropa Berencana Sebar Pasukan di Greenland demi Halau AS

Andhika Prasetyo
12/1/2026 05:37
Eropa Berencana Sebar Pasukan di Greenland demi Halau AS
Ilustrasi(Anadolu)

Inggris dilaporkan tengah menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah sekutu Eropa di dalam NATO untuk membahas kemungkinan penempatan pasukan aliansi di Greenland. Langkah ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran atas wacana aneksasi pulau tersebut oleh Amerika Serikat.

Sejumlah pejabat Inggris disebut telah menggelar pertemuan dengan mitra mereka dari Prancis dan Jerman guna membicarakan tahap awal rencana tersebut. London dikabarkan mempertimbangkan berbagai opsi, mulai dari pengerahan personel militer, pengiriman kapal perang, hingga penempatan pesawat ke kawasan Arktik. Alasan yang dikemukakan berkaitan dengan ancaman keamanan di wilayah tersebut, khususnya yang dikaitkan dengan aktivitas Rusia dan China.

Negara-negara Eropa berharap peningkatan kehadiran NATO di Greenland dapat menjadi sinyal kuat kepada Presiden AS Donald Trump bahwa kepentingan keamanan di kawasan Arktik dapat dijaga tanpa perlu Amerika Serikat mengambil alih wilayah tersebut.

Laporan ini mencuat setelah Daily Mail mengungkap bahwa Trump disebut telah memerintahkan para komandan pasukan operasi khusus Amerika Serikat untuk menyiapkan rencana invasi ke Greenland. Penasihat kebijakan Trump, Stephen Miller, disebut-sebut sebagai salah satu tokoh yang mendorong gagasan tersebut.

Pekan lalu, Trump juga menyampaikan kepada majalah The Atlantic bahwa Amerika Serikat “mutlak” membutuhkan Greenland. Ia beralasan pulau itu berada dalam kepungan kapal-kapal Rusia dan China, sehingga dianggap penting bagi kepentingan strategis Washington.

Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari Denmark, yang hingga kini memegang kedaulatan atas Greenland. Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen secara terbuka mendesak Trump agar menghentikan ancaman aneksasi terhadap wilayah tersebut.

Meski berada di bawah Kerajaan Denmark, Greenland memiliki pemerintahan sendiri dan kewenangan luas dalam mengatur urusan domestik. Namun, kebijakan luar negeri dan pertahanan tetap berada di bawah otoritas Kopenhagen.

Sebagai pulau terbesar di dunia, Greenland memiliki posisi strategis di kawasan Arktik serta kekayaan sumber daya alam yang signifikan. Faktor inilah yang membuat wilayah tersebut terus menjadi titik perhatian dalam persaingan geopolitik global. Secara historis, Greenland merupakan koloni Denmark hingga 1953 dan tetap menjadi bagian dari Kerajaan Denmark setelah memperoleh status otonomi pada 2009.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya