Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Spanyol Tegaskan Kedaulatan Venezuela atas Sumber Daya Alam dan Tolak Intervensi Asing

Basuki Eka Purnama
08/1/2026 04:22
Spanyol Tegaskan Kedaulatan Venezuela atas Sumber Daya Alam dan Tolak Intervensi Asing
Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares(AFP/Mahmud HAMS)

PEMERINTAH Spanyol menegaskan posisi diplomatiknya terkait kedaulatan negara dan tatanan internasional. Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, menyatakan bahwa seluruh sumber daya alam yang terkandung di bumi Venezuela merupakan milik sah rakyat negara tersebut.

Dalam wawancara dengan RNE, Rabu (7/1), Albares memperingatkan bahwa setiap upaya pihak luar untuk melemahkan kedaulatan suatu negara terhadap sumber daya alamnya akan menciptakan preseden berbahaya bagi tatanan internasional berbasis aturan. 

Menurutnya, penguasaan atas kekayaan alam adalah unsur inti kedaulatan yang harus dihormati oleh dunia internasional.

"Sumber daya alam adalah bagian dari kedaulatan negara dan sepenuhnya menjadi hak rakyat Venezuela," tegas Albares.

Ia menilai dinamika yang terjadi di Caracas baru-baru ini sebagai ancaman serius terhadap norma internasional. 

Albares memperingatkan bahwa pengikisan kedaulatan atas sumber daya alam tidak hanya merugikan negara bersangkutan, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas hubungan global secara luas.

Terkait solusi politik, Spanyol secara konsisten menolak penggunaan kekuatan militer maupun campur tangan eksternal di Venezuela. 

Madrid mendorong terciptanya penyelesaian damai dan demokratis yang ditentukan oleh rakyat Venezuela sendiri melalui dialog inklusif antara pemerintah dan pihak oposisi.

"Spanyol siap memfasilitasi upaya mediasi apabila para pihak menilai hal tersebut bermanfaat," tambahnya. 

Albares menekankan bahwa pendekatan Spanyol di Amerika Latin adalah menjadi jembatan antaraktor, bukan pemicu ketegangan.

Sikap Tegas Terkait Greenland dan Kemandirian Eropa

Selain isu Venezuela, Albares juga menyoroti pentingnya menjaga batas wilayah dari upaya perubahan paksa. Ia secara tegas menolak wacana mengenai kemungkinan langkah Amerika Serikat (AS) untuk mengambil alih Greenland. Dalam hal ini, Spanyol menyatakan solidaritas penuh kepada Denmark.

Menurutnya, wilayah tidak dapat berpindah tangan secara sewenang-wenang. Ia menegaskan bahwa rakyat Greenland telah secara jelas menyatakan kehendak mereka dan memiliki hak penuh untuk menentukan masa depan sendiri. Bagi Spanyol, penghormatan terhadap supremasi hukum adalah prinsip yang tidak dapat ditawar.

Menutup keterangannya, Albares menyerukan penguatan kedaulatan politik, ekonomi, dan strategis bagi Uni Eropa. 

Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang melibatkan kekuatan besar seperti Amerika Serikat, Rusia, dan Tiongkok, ia mendesak Eropa untuk lebih bersatu dan mampu berbicara dengan suaranya sendiri.

Ia menggarisbawahi bahwa agresi tetaplah agresi tanpa memandang siapa pelakunya. Dalam konteks keamanan regional, Albares menegaskan bahwa tantangan utama Eropa saat ini bersumber dari agresi Rusia, bukan dari para sekutunya. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya