Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS) menyatakan Presiden Donald Trump bersama para penasihatnya tengah membahas berbagai opsi untuk memiliki Greenland.
Dalam pernyataan resmi Gedung Putih, Washington menegaskan bahwa akuisisi wilayah tersebut menjadi prioritas dalam kerangka keamanan nasional.
Menurut juru bicara Gedung Putih, diskusi mencakup sejumlah kemungkinan, termasuk opsi militer, sebagai bagian dari strategi untuk mengamankan Greenland demi kepentingan pertahanan AS.
"Penggunaan militer AS selalu jadi pilihan," demikian pernyataan Gedung Putih dikutip The National, Rabu (7/1).
Sumber-sumber di pemerintahan AS juga mengungkapkan bahwa satu opsi lain yang dipertimbangkan adalah membeli Greenland dari pemerintah Denmark.
Selain itu, sejumlah pejabat menegaskan bahwa keinginan untuk memiliki Greenland tidak akan hilang begitu saja dari agenda pemerintahan Trump saat ini.
Presiden Trump beberapa kali menegaskan perlunya Greenland dari perspektif keamanan nasional, terutama setelah operasi militer AS di Venezuela yang menewaskan atau menangkap sejumlah pihak dan memicu kritik internasional.
"Kami membutuhkan Greenland dari sudut pandang keamanan nasional, dan Denmark tidak akan mampu melakukannya," sebut Trump dalam pernyataannya kepada wartawan di pesawat kepresidenan Air Force One.
Dalam wawancara terpisah dengan media asing, Trump kembali menegaskan pentingnya kontrol atas Greenland.
"Yang jelas, kami perlu Greenland untuk pertahanan," ungkapnya.
Namun, pernyataan tersebut menuai kecaman keras dari pemerintah Denmark dan otoritas Greenland. Perdana Menteri Greenland, Jens Frederik Nielsen mengecam pernyataan Trump dan menuntut penghormatan terhadap kedaulatan wilayahnya.
"Cukup sudah cukup. Tak ada lagi tekanan. Tak ada lagi isyarat. Tak ada lagi imajinasi mencaplok Greenland," kata Nielsen.
Kopenhagen menegaskan bahwa Greenland adalah bagian dari Kerajaan Denmark dan keputusannya soal masa depan wilayah itu sepenuhnya berada di tangan rakyat Greenland dan pemerintah Denmark.
Para pemimpin Denmark juga mengingatkan bahwa setiap langkah yang mengabaikan kedaulatan harus ditolak. (Z-1)
LEMBAGA think tank GIF menilai kebijakan luar negeri Amerika Serikat (AS) menunjukkan kecenderungan yang semakin agresif dan koersif dalam merespons dinamika geopolitik global.
Megatsunami Greenland menjadi salah satu fenomena alam paling mengejutkan dalam beberapa tahun terakhir. Peristiwa ini bukan tsunami biasa.
PARA menteri luar negeri Uni Eropa untuk pertama kali dalam pertemuan pada Kamis (29/1) menyebut Amerika Serikat sebagai ancaman bagi benua tersebut.
Peristiwa ini bermula pada September 2023, namun detail penyebabnya baru terungkap melalui laporan penelitian internasional yang dirilis pada akhir 2024.
Menlu Sugiono menegaskan menjaga kepentingan nasional harus tetap menjadi prioritas utama dalam setiap langkah kebijakan luar negeri Indonesia.
Menlu Sugiono menegaskan Indonesia akan terus mendorong terciptanya perdamaian serta stabilitas internasional melalui jalur diplomasi dan penguatan kerja sama global.
DUA sekutu utama Amerika Serikat (AS) di Eropa, Polandia dan Italia memutuskan tidak bergabung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace
Demokrat tuding Jaksa Agung Pam Bondi tutupi berkas Jeffrey Epstein dan jadikan DOJ alat balas dendam Trump.
DPR AS melakukan pemungutan suara untuk mencabut tarif impor produk Kanada yang diterapkan Donald Trump.
Presiden AS Donald Trump bertemu PM Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih. Bahas kelanjutan negosiasi nuklir Iran dan ancaman aksi militer jika kesepakatan buntu.
Presiden Prabowo Subianto dipastikan akan menghadiri KTT perdana Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang akan digelar di Amerika Serikat pekan depan.
AMERIKA Serikat menyatakan menolak langkah aneksasi Tepi Barat oleh Israel. AS menekankan pentingnya menjaga stabilitas di wilayah pendudukan Palestina tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved