Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan serangkaian ancaman baru terhadap sejumlah negara, menyusul operasi AS yang menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, akhir pekan lalu.
Trump tidak menunjukkan keraguan ketika ditanya mengenai implikasi serangan terhadap Venezuela bagi negara-negara lain di kawasan, termasuk Kuba dan Kolombia, saat ia kembali ke Washington dari Florida pada Minggu (4/1).
"Kolombia juga sangat sakit. Dipimpin oleh orang sakit yang suka membuat kokain dan menjualnya ke AS, dan dia tidak akan melakukannya lama lagi," kata presiden, merujuk langsung pada Presiden Kolombia Gustavo Petro.
Ketika ditanya oleh Libbey Dean dari NewsNation apakah Amerika Serikat akan melancarkan operasi militer terhadap Kolombia.
"Kedengarannya bagus bagi saya," kata Trump singkat.
Selain Kolombia, Trump juga melontarkan peringatan keras kepada Meksiko agar segera membereskan keadaan mereka, dengan menyoroti keberadaan kartel narkoba di negara tersebut.
"Anda harus melakukan sesuatu dengan Meksiko," kata Trump.
"Kita harus melakukan sesuatu. Kami ingin Meksiko melakukannya, mereka mampu melakukannya, tetapi sayangnya kartel-kartel sangat kuat di Meksiko," sebutnya.
Trump menambahkan bahwa dirinya telah menawarkan bantuan AS kepada Meksiko dalam upaya memerangi kartel-kartel narkoba tersebut.
Dalam pernyataan terpisah kepada wartawan, presiden juga menyinggung Kuba dengan menyoroti kondisi ekonomi negara komunis itu.
"Kuba siap untuk jatuh. Kuba tampak siap untuk jatuh. Saya tidak tahu apakah mereka akan bertahan," ujar Trump.
"Tetapi Kuba sekarang tidak memiliki pendapatan. Mereka mendapatkan semua pendapatan mereka dari Venezuela, dari minyak Venezuela. Mereka tidak mendapatkan apa pun. Kuba benar-benar siap untuk jatuh, dan Anda memiliki banyak warga Amerika keturunan Kuba yang hebat yang akan senang dengan ini," lanjutnya.
Senator Partai Republik Lindsey Graham, yang turut bepergian bersama Trump, secara terpisah menyatakan bahwa hari-hari Kuba sudah dihitung.
"Suatu hari nanti, mudah-mudahan di tahun 2026, kita akan terbangun dan di halaman belakang kita akan ada sekutu di negara-negara ini yang berbisnis dengan Amerika, bukan diktator narkoterorisme yang membunuh warga Amerika," kata Graham.
Pernyataan Trump tidak hanya ditujukan kepada negara-negara Amerika Latin. Presiden juga mengarahkan perhatiannya ke wilayah Greenland di utara, dengan kembali menyerukan agar Amerika Serikat mencaplok wilayah otonom Denmark tersebut.
"Kita membutuhkan Greenland, dari sudut pandang keamanan nasional," kata Trump.
Trump juga mengalihkan fokusnya ke Iran, yang dalam beberapa hari terakhir dilanda gelombang protes besar.
"Jika mereka mulai membunuh orang seperti yang telah mereka lakukan di masa lalu, saya pikir mereka akan mendapat pukulan keras dari Amerika Serikat," kata Trump, merujuk pada cara rezim Iran menangani protes tersebut.
Dunia internasional dikejutkan pada Sabtu dini hari ketika Amerika Serikat (AS) melancarkan misi untuk menangkap Maduro dan istrinya, Cilia Flores, di Caracas.
Meski Trump menuai pujian dari Partai Republik serta sebagian komunitas Amerika Latin di Amerika Serikat, langkah tersebut juga memicu penolakan keras dari sejumlah negara, termasuk Meksiko dan Kolombia.
"Sejarah Amerika Latin jelas dan meyakinkan, Intervensi tidak pernah membawa demokrasi," kata Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum kepada wartawan pada Senin, sambil menegaskan bahwa kedaulatan Meksiko bersifat sakral.
Presiden Kolombia Gustavo Petro menanggapi ancaman Trump melalui unggahan panjang di media sosial, dengan menegaskan kembali posisinya sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata dan kepolisian Kolombia berdasarkan perintah konstitusional.
Sementara itu, pernyataan Trump mengenai Greenland juga langsung ditolak oleh Denmark dan para pemimpin wilayah tersebut.
Mengutip BBC, Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menyebut gagasan Amerika Serikat mengambil alih wilayah itu sebagai fantasi.
"Tidak ada lagi tekanan. Tidak ada lagi sindiran. Tidak ada lagi fantasi aneksasi. Kami terbuka untuk dialog. Kami terbuka untuk diskusi. Tetapi ini harus terjadi melalui saluran yang tepat dan dengan menghormati hukum internasional," pungkas Nielsen. (Z-1)
Iran bantah klaim Trump soal negosiasi & ancam negara sekutu AS. Simak update terkini kondisi Pulau Kharg hingga dampak tewasnya Ali Khamenei di sini
Pentagon ajukan dana Rp3.386 triliun untuk perang melawan Iran. Simak rincian biaya militer AS yang membengkak hingga dampak penutupan Selat Hormuz di sini.
Saat itu, Prabowo menegaskan bahwa dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sekaligus mendorong solusi dua negara (two-state solution).
Presiden Prabowo Subianto tegaskan Indonesia siap keluar dari Board of Peace (BoP) jika tidak menguntungkan kepentingan nasional dan perjuangan Palestina
Presiden AS Donald Trump mendorong sekutu Amerika Serikat mengambil peran di Selat Hormuz.
Trump membantah keterlibatan AS dalam serangan ke ladang gas Iran, meski Israel klaim koordinasi. Eskalasi konflik picu ancaman Iran dan lonjakan harga minyak dunia.
Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Türk melaporkan dugaan penyiksaan dan penahanan sewenang-wenang di Venezuela masih berlanjut di bawah kepemimpinan Delcy Rodríguez.
Venezuela dan AS sepakat bekerja sama mengembangkan sektor pertambangan. Reformasi hukum disiapkan untuk menarik perusahaan raksasa tambang global.
Setidaknya 10 negara dalam operasi yang berkisar dari serangan pesawat tak berawak hingga invasi, seringkali beberapa kali dalam satu tahun.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa operasi yang dilakukan AS terhadap Venezuela dapat menjadi contoh dalam menghadapi dinamika kekuasaan di Iran.
Menteri Luar Negeri Venezuela menuntut pembebasan segera Nicolas Maduro yang ditangkap pasukan AS. Simak perkembangan terbaru pasca-kudeta Januari 2026.
Gelombang pembebasan tahanan politik di Venezuela dimulai. Sebanyak 1.557 orang ajukan amnesti, termasuk pengosongan penjara El Helicoide yang kontroversial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved