Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Apa Rencana Donald Trump terhadap Kolombia dan Kuba setelah Venezuela?

Haufan Hasyim Salengke
05/1/2026 16:21
Apa Rencana Donald Trump terhadap Kolombia dan Kuba setelah Venezuela?
Presiden Donald Trump.(Brendan Smialowski/AFP)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan sinyal kuat bahwa target operasi politiknya di Amerika Latin belum berakhir setelah Venezuela. Dalam pernyataan terbaru pada Minggu (4/1) waktu setempat, Trump secara terang-terangan menyerang Presiden Kolombia Gustavo Petro dan menyebut rezim di Kuba sedang berada di ambang keruntuhan.

Trump menyebut situasi di Kolombia saat ini sangat mengkhawatirkan. Tanpa menyertakan bukti spesifik, ia menuduh Presiden Gustavo Petro terlibat dalam perdagangan narkoba ke Amerika Serikat. "Kolombia juga sangat sakit, dijalankan oleh orang sakit yang suka memproduksi kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat. Dia tidak akan melakukannya lebih lama lagi," ujar Trump kepada wartawan.

Pernyataan keras ini segera memicu reaksi dari Bogota. Presiden Petro merilis pernyataan resmi yang menolak keras tuduhan tersebut. Petro menegaskan bahwa namanya tidak pernah muncul dalam berkas yudisial terkait perdagangan narkoba selama 50 tahun terakhir. "Berhentilah memfitnah saya, Tuan Trump. Begitulah cara Anda mengancam presiden Amerika Latin yang muncul dari perjuangan bersenjata dan perjuangan rakyat untuk perdamaian," tegas Petro.

Selain Kolombia, Trump juga menyoroti posisi Kuba yang dinilai kian rapuh setelah jatuhnya pengaruh Nicolas Maduro di Venezuela. Menurut Trump, Kuba selama ini sangat bergantung pada pasokan minyak dan bantuan finansial dari Venezuela untuk bertahan hidup.

"Kuba tampak siap untuk runtuh. Mereka tidak lagi memiliki pendapatan karena semuanya berasal dari minyak Venezuela," kata Trump. Ia mengeklaim bahwa banyak warga Kuba-Amerika akan menyambut baik perubahan tersebut. Ketika ditanya apakah AS berencana melakukan tindakan militer atau operasi khusus di Kuba, Trump mengisyaratkan bahwa hal itu mungkin tidak diperlukan karena negara tersebut akan jatuh dengan sendirinya akibat krisis ekonomi.

Komentar ini mempertegas doktrin luar negeri Trump yang agresif terhadap pemerintahan beraliran kiri di kawasan Amerika Latin, menyusul tindakan keras yang sebelumnya diambil terhadap rezim Maduro. (abc news/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik